Jatim

Keracunan Massal MBG, Dinkes Tulungagung Minta Dapur SPPG Pakisrejo 1 Diberhentikan

Penulis: PrawotoEditor: Alif Bintang
×

Keracunan Massal MBG, Dinkes Tulungagung Minta Dapur SPPG Pakisrejo 1 Diberhentikan

Sebarkan artikel ini
Sejumlah siswa menjalani pemeriksaan kesehatan di SMKN 1 Boyolangu, Tulungagung, pada Jumat (18/9/2026).
Example 468x60

Tulungagung, Jatimmandiri.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung merekomendasikan penghentian sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo 1.

Langkah ini diambil usai munculnya kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa SMKN 1 Boyolangu setelah mengonsumsi sajian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Tulungagung, Aris Setiawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah bergerak cepat menerjunkan tim untuk melakukan survei epidemiologi terhadap para siswa terdampak.

“Hasil survei menunjukkan keluhan yang muncul umumnya berupa mual, nyeri perut dan diare,” kata Aris, Minggu (20/9/2026).

Seperti diketahui, gejala gangguan pencernaan tersebut rata-rata mulai dirasakan para siswa pada Jumat malam (18/9/2026) atau sekitar lima jam lebih pascamenyantap menu MBG yang dibagikan pada siang harinya.

Guna mengusut tuntas penyebab pasti kejadian ini, tim medis telah mengamankan sejumlah sampel makanan dan mengirimkannya ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya untuk diuji secara laboratorium.

Petugas juga menguji sampel air serta spesimen feses dari siswa terdampak.

“Uji sampel itu nanti dalam melakukan investigasi atas kasus dugaan keracunan makanan yang dialami siswa SMKN 1 Boyolangu,” ujarnya.

Penyelidikan turut menyasar aspek kelayakan operasional dapur SPPG Pakisrejo 1 selaku penyedia katering.

Dinkes mencatat dapur tersebut sebelumnya sempat di-suspend lantaran belum memenuhi standar kelayakan operasional.

Atas temuan ini, Dinkes Tulungagung telah melayangkan rekomendasi resmi kepada Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung untuk membekukan sementara aktivitas dapur penyedia.

“Saran dari kami, operasional dapur sebaiknya dihentikan lebih dulu, sehingga semua pihak fokus dalam penyelesaian dan penanganan permasalahan ini,” ucap Aris.

Saat ini, pihak Dinkes bersama instansi terkait masih menunggu hasil uji laboratorium resmi untuk memastikan penyebab utama gangguan kesehatan massal tersebut.

Example 300250
Baca Juga  Adu Banteng Motor di Kebontunggul Mojokerto, 3 Tewas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

Lumajang, Jatimmandiri.id – Pendidikan vokasi semakin menjadi pilihan masyarakat. SMKN 1 Lumajang mencatat sekitar 1.200 calon siswa mendaftar pada penerimaan…

Jatim

Medan, Jatimmandiri.id- Pengembangan Museum Mpu Tantular di Sidoarjo diarahkan tidak sekadar memperkaya koleksi, tetapi juga membuka peluang baru bagi ekonomi…