Lumajang, Jatimmandiri.id – Sebanyak 81 tim ambil bagian dalam Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Esport Lumajang 2026. Ajang yang mempertandingkan Mobile Legends dan Free Fire ini menjadi bagian dari strategi penjaringan atlet muda untuk memperkuat kontingen Kabupaten Lumajang pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X 2027.
Kompetisi yang berlangsung di Cafe Alka, Jalan Srikaya, Sukodono, Lumajang, tersebut diikuti 360 peserta dari kalangan pelajar SMP, SMA, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Peserta berusia 12–25 tahun berkompetisi sejak pagi hingga sore untuk memperebutkan gelar juara pertama, kedua, dan ketiga.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lumajang, Budi Satria Andhika, S.E., M.M., menilai kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk menemukan talenta potensial sekaligus memperkuat regenerasi atlet Esport daerah.
“Dengan diadakannya Kejurkab Esport Lumajang ini, kami berharap muncul bibit-bibit atlet Esport potensial yang bisa dipersiapkan untuk Porprov Jatim X tahun 2027 mendatang,” ujarnya.
KONI juga mendorong Pengurus Kabupaten Esport Indonesia (Pengkab ESI) Lumajang menggelar kompetisi secara rutin setiap bulan. Lokasi pertandingan diharapkan bergantian, mulai kafe hingga hotel, agar perkembangan kemampuan atlet, terutama generasi Z, dapat dipantau secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua ESI Kabupaten Lumajang, Muhammad Syahrul, menjelaskan kejuaraan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan HUT Pemuda Pancasila ke-67. Kegiatan ini juga disiapkan sebagai wadah pencarian atlet untuk kompetisi tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional dan internasional.
Dari total peserta, Mobile Legends diikuti 48 tim, sedangkan Free Fire melibatkan 33 tim. Biaya pendaftaran ditetapkan Rp10.000 per tim, dengan total hadiah mencapai Rp5 juta.
Penyelenggaraan kegiatan mendapat dukungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Pemuda Pancasila, KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Cafe Alka.
Melalui kompetisi ini, ESI dan KONI berharap pembinaan Esport Lumajang semakin terarah. Selain menjadi ruang positif bagi generasi muda menyalurkan minat dan bakat, kejuaraan tersebut diharapkan melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional hingga internasional.












