Intisari Berita:
Kadis Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin menegaskan pentingnya integritas media di tengah penyerapan internet Jatim yang mencapai 83,41% (di atas rata-rata nasional).
Pemprov Jatim memperkuat literasi dan talenta digital lewat program Cerdig serta AI Talent Factor bersama ITS, UB, dan UGM, sembari mengimbau publik untuk selalu memverifikasi luaran AI.
Jatim Media Summit 2026 ditutup dengan penegasan bahwa media harus berfokus pada kualitas dan kepercayaan (trusted) daripada sekadar mengejar clickbait atau trafik di era AI.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menjadi pembicara utama pada penutupan Jatim Media Summit (JMS) 2026 di Surabaya, Kamis (30/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sherlita mengingatkan bahwa media massa harus tetap memposisikan diri sebagai pilar dan institusi terpercaya di tengah derasnya arus disinformasi serta disrupsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Sherlita memaparkan bahwa tingkat penetrasi internet di Jawa Timur kini telah menyentuh angka 83,41 persen—lebih tinggi dari rata-rata nasional yang berada di angka 81,72 persen. Kontribusi pengguna internet Jatim secara nasional mencapai 15,10 persen, menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu episentrum aktivitas digital terbesar di Indonesia.
“Media harus berubah karena konsumennya juga berubah. Anak-anak sekarang lahir ketika internet sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Sherlita.
Inovasi Literasi Digital Pemprov Jatim dan Imbauan Verifikasi AI
Guna membendung kabar bohong (hoaks), Pemprov Jatim mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki akun media sosial resmi terverifikasi. Selain itu, program literasi digital Cerdig (Cerdas Digital) yang telah melatih lebih dari 41 ribu warga sejak 2025 kini diperluas.
Melalui program AI Talent Factor, Pemprov Jatim menggandeng perguruan tinggi ternama seperti ITS, Universitas Brawijaya, dan Universitas Gadjah Mada untuk melatih materi prompt engineering hingga AI Agent. Pemprov Jatim juga bekerja sama dengan BSSN menggelar Cyber Defense Academy bagi pelajar SMA/SMK.
Beberapa catatan penting pesan literasi dari Kominfo Jatim:
-
Penetrasi Digital Tinggi: Penetrasi internet Jatim 83,41% didominasi Generasi Milenial, Gen Z, dan Gen Alpha.
-
Bijak Memanfaatkan AI: Masyarakat diimbau tidak menelan mentah-mentah informasi hasil olahan AI tanpa melalui proses verifikasi (cross-check).
-
Ekosistem Kolaborasi: Mendorong sinergi antara akademisi, industri media, dan pemerintah agar hasil riset kampus dipublikasikan secara populer ke masyarakat.
“Gunakan AI, tetapi jangan percaya seratus persen. AI tetap harus diverifikasi karena masih bisa menghasilkan informasi yang keliru,” tegas Sherlita.
AI Jadi ‘Jalan Pulang’ Jurnalisme Berkualitas
Agenda penutupan JMS 2026 yang juga menghadirkan Guru Besar Unesa Prof. Dr. Martadi serta CCO KapanLagi Youniverse Wensesiaus Manggut melahirkan kesimpulan tegas: era mengejar klik (clickbait) dan trafik semata sudah berakhir.
Manggut menilai pesatnya perkembangan mesin jawaban AI memaksa industri media digital untuk kembali ke khittah dan fungsi sosialnya.
“AI justru menjadi jalan pulang jurnalisme. Content is the king. Trusted is the king. Independensi adalah raja. Di era AI, kepercayaan menjadi aset paling mahal,” pungkas Manggut.
Sinergi berkelanjutan antara Pemprov Jatim, perguruan tinggi, serta pelaku media diharapkan mampu menjadikan Jawa Timur sebagai barometer nasional dalam membangun ekosistem pers yang sehat, independen, dan adaptif.












