Opini Redaksi

Software for Extraordinary: Membangun Indonesia Menuju Peak of Champion

×

Software for Extraordinary: Membangun Indonesia Menuju Peak of Champion

Sebarkan artikel ini
Mu'isyulhaq Al Hasany Owner lembaga Kursus English Deutsch Scholastic.
Example 468x60

Oleh: Mu’isyulhaq Al Hasany
Owner lembaga Kursus English Deutsch Scholastic

Piala Dunia sepak bola saat ini sedang berlangsung. Even ini adalah sangat menarik bagi milyaran warga dunia karena setiap penonton ingin melihat negara mana yang akan meraih puncak kemenangan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dalam persaingan menuju puncak kemenangan, ada banyak hal yang bisa dikaji lebih dalam dan bisa menjadi inspirasi bagi para pemimpin dunia.

Dalam meraih puncak kemenangan di piala dunia, selain faktor kekuatan fisik dan kecepatan serta strategi, ada satu faktor utama yang sering disebut dalam pertandingan sepak bola.

Faktor tersebut adalah “mental bertanding”. Dalam konteks tentang mental bertanding, ada beberapa istilah yang sering diucapkan oleh analis pertandingan sepak bola terkait mental bertanding antara lain mental juara, tim spesialis turnamen, target juara, beban juara, oportunis, optimis, superior, jam terbang dan banyak lagi.

Pertandingan meraih puncak juara tidak hanya terjadi dalam konteks sepak bola. Negara-negara di dunia berkompetisi dalam banyak konteks, seperti teknologi, perlombaan senjata, kompetisi SDM, pendapatan negara, strategi dan ilmu kepemimpinan.

Dalam bidang kepemimpinan negara, mental bertanding yang baik sangat diperlukan, yaitu mental bertanding yang kemudian menjadi road to extraordinary bagi sebuah negara.

Mental bertanding bisa diibaratkan seperti software dalam komputer, sedangkan skill, strategi, kecepatan dan kekuatan dapat diibaratkan seperti hardware dalam komputer.

Sementara itu, kecerdasan dan kecepatan berpikir pemain bisa di-metafora-kan seperti chipnya.

Maka pertanyaannya adalah bagaimana mental bertanding yang terbaik (software terbaik) untuk meraih juara tertinggi (peak of Champion), baik itu juara dalam kehidupan spiritual, ekonomi, teknologi, kesejahteraan, keamanan, dan semua indikator prestasi masyarakat dan negara.

Salah satu mental bertanding terbaik yang diajukan para ilmuwan psikologi diantaranya adalah mental yang mendorong kemajuan, seperti target juara, target meningkatkan kualitas, menghindari merasa inferior, tetapi juga tidak merasa sombong dan superior.

Baca Juga  Rindu Juara Serindu-rindunya

Mental bertanding terbaik selalu optimis dan melihat kesempatan dan pencapaian yang lebih baik, bukan sebaliknya, melihat kompetisi sebagai sesuatu yang tetap, sama, zona nyaman, atau memastikan hasil.

Hal ini dijelaskan dengan baik oleh Carol S. Dweck dalam bukunya, Mindset: The New Psychology of Success. Dweck menjelaskan bahwa mental meraih sukses adalah mental pertumbuhan (growth mindset) dan lawannya adalah mental tetap (fixed mindset).

Dalam melihat persaingan, mental pertumbuhan akan memandangnya sebagai tantangan untuk lebih meningkat prestasinya. Ketika berupaya meningkatkan prestasinya (growth), diperlukan ketekunan terus menerus, determinants atau keteguhan, highly mentally toughness atau ketangguhan.

Pendapat Carol S. Dweck ini didukung oleh Angela Duckworth dalam bukunya “Grit: The Power of Passion and Perseverance (2016)”.

Professor di Psikologi di University of Pennsylvania ini menjelaskan bahwa seseorang yang meningkatkan diri dalam pertumbuhan memerlukan karakter “GRIT”.

Grit adalah kombinasi antara passion (gairah/komitmen jangka panjang) dan perseverance (ketekunan) untuk mencapai tujuan yang sangat menantang dalam jangka waktu lama.

Angela Duckworth berpendapat berdasarkan penelitiannya bahwa ketekunan dan passion memerlukan 4 aspek psikologi antara lain: Interest (minat), practise (latihan terarah), purpose (tujuan yang bermakna) dan hope (keyakinan bahwa usaha hari ini menghasilkan kemajuan).

Keyakinan tentang kemajuan sebagai hasil dari upaya ketekunan dipengaruhi oleh aspek psikologi yang bernama self-efficacy. Albert Bandura menjelaskan tentang self efficacy atau keyakinan tentang kemampuan diri dalam bukunya “Self-Efficacy: The Exercise of Control (1997)”.

Seseorang yang memiliki self-efficacy memiliki kecenderungan berusaha lebih keras, berani mencoba lagi, dan memiliki performa yang lebih baik.

Dalam penerapan Growth Mindset dan Grit ini warga Indonesia diharapkan memiliki Self Efficacy yang tinggi. Dalam membentuk karakter self efficacy yang tinggi, salah satu faktornya adalah memberikan positive statement atau pernyataan positif pada warga Indonesia.

Baca Juga  Catatan Bola: Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Awas Tim Kuda Hitam Bisa Mengancam!

Indonesia memiliki fakta yang menunjukkan positive statement bahwa Indonesia bisa menjadi negara di posisi puncak dunia.

Berikut beberapa fakta yang mendukung pernyataan positif untuk mendorong mental bertanding menuju extraordinary.

Lima fakta ini menunjukkan bahwa Bangsa Indonesia memiliki Self Efficacy (Keyakinan Diri) yang tinggi, yang melahirkan Target prestasi puncak (PEAK), pola pikir yang bertumbuh (Growth Mindset), dan daya Tempur yang Grit (Terus menerus dalam waktu yang panjang).

Dengan software mental bertanding ini, Indonesia memiliki bekal yang baik untuk berjuang, do’a yang tinggi dan berorientasi kemenangan global, dan keberanian untuk menang dan memimpin dunia. in Shaa Allah.

Example 300250
Penulis: Mu'isyulhaq Al Hasany Editor: Eko Yudiono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *