SEMARANG, Jatim Mandiri – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur resmi menjalin kerja sama lintas sektor dengan potensi ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp20,2 triliun. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antardaerah sekaligus membuka peluang investasi, perdagangan, hingga pengembangan proyek strategis nasional di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud di Odah Etam, Kompleks Kantor Jabatan Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Kamis (6/8). Penandatanganan juga diikuti organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik daerah (BUMD), asosiasi, serta sejumlah kepala daerah dari kedua provinsi.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari perdagangan, ketahanan pangan, peternakan, industri, jasa keuangan, kelautan dan perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga dukungan terhadap pembangunan IKN.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan kesepakatan tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat kedua daerah.
“Harapannya seluruh kerja sama ini segera direalisasikan sehingga dapat membantu pembangunan daerah, terlebih di tengah keterbatasan fiskal dan dinamika geopolitik dunia,” ujar Luthfi.
Ia menilai sinergi antardaerah menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat perekonomian nasional tanpa harus bergantung sepenuhnya pada dukungan pemerintah pusat.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menyebut kolaborasi tersebut merupakan bentuk kemitraan yang saling menguntungkan. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki kekuatan pada sektor industri pengolahan, UMKM, dan sumber daya manusia, sedangkan Kalimantan Timur memiliki potensi sumber daya alam yang besar.
“Ini merupakan terobosan yang sangat baik dan semoga dapat menjadi contoh bagi provinsi lain agar pembangunan daerah semakin mandiri dan tidak hanya bergantung pada APBN maupun dana transfer pusat,” katanya.
Di sektor pangan, kerja sama membuka peluang perdagangan berbagai komoditas dari Jawa Tengah ke Kalimantan Timur. Komoditas tersebut antara lain telur sekitar 778 ton, daging ayam 873 ton, bawang merah 321,6 ton, dan beras 6.119 ton dengan potensi transaksi mencapai sekitar Rp237,75 miliar.
Selain perdagangan pangan, kedua daerah juga akan memperkuat kerja sama di bidang peternakan dan kesehatan hewan yang diproyeksikan memiliki potensi ekonomi sekitar Rp2,1 triliun setiap tahun.
Pada sektor industri dan perdagangan, nilai kerja sama diperkirakan mencapai Rp36 miliar per tahun. Adapun sektor kelautan dan perikanan diproyeksikan memberikan potensi perdagangan dan penguatan rantai pasok senilai sekitar Rp2,24 miliar setiap tahun.
Kerja sama juga diarahkan untuk mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Nilai transaksi langsung diperkirakan mencapai Rp21 miliar per tahun dengan dampak ekonomi lanjutan atau multiplier effect sekitar Rp36 miliar setiap tahun.
Salah satu kerja sama terbesar datang dari sektor jasa keuangan melalui sinergi Bank Jateng dan Bank Kaltimtara. Aktivitas bisnis yang diproyeksikan dari kerja sama tersebut diperkirakan mencapai Rp15 triliun setiap tahun.
Selain itu, Jamkrida Jateng dan Jamkrida Kaltim juga akan bekerja sama melalui skema co-guarantee untuk mendukung berbagai proyek pembangunan di kawasan IKN. Total nilai proyek yang diperkirakan dapat difasilitasi mencapai sekitar Rp1,34 triliun dengan potensi imbal jasa penjaminan sekitar Rp3,45 miliar per tahun.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua pemerintah daerah berharap hubungan ekonomi antardaerah semakin kuat sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.












