Blitar, Jatimmandiri.id – Kekecewaan warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar atas kondisi akses jalan yang rusak parah kembali memuncak.
Merasa janji perbaikan tak kunjung ditepati, warga meluapkan kekesalannya dengan menanam puluhan pohon pisang di sepanjang Jalan Raya Desa Karangrejo.
Aksi protes simbolis ini menghiasi ruas jalan sepanjang 750 meter yang dipenuhi lubang, aspal terkelupas, serta permukaan tanah yang tidak rata.
Kendati deretan pohon pisang berjejer di tengah jalan, akses lalu lintas masih bisa dilalui oleh kendaraan warga maupun truk yang melintas.
Salah seorang warga setempat, Radit, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk protes atas janji pemerintah daerah yang dinilai ingkar.
“Ditanam sejak tadi malam oleh warga, kami kecewa karena jalan ini tidak segera diperbaiki. Sebelumnya dijanjikan akan diperbaiki awal Juli, tapi tidak dilakukan sampai sekarang,” terangnya, Kamis (30/7/2026).
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Desa Karangrejo, Imam Rohadi, membenarkan bahwa gerakan menanam pohon pisang di tengah jalan raya ini bukan yang pertama kalinya terjadi.
“Jadi aksi warga ini sudah kedua kalinya, yang pertama itu April 2026 dan sekarang. Aksinya sama menanam pohon pisang di tengah jalan,” katanya.
Imam menceritakan, gelombang protes warga pada April lalu sebenarnya sempat mendapat atensi langsung dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar.
Saat itu, Dinas PUPR berjanji akan memulai pengerjaan fisik pada awal Juli 2026.
Namun, karena tak kunjung ada tanda-tanda perbaikan hingga akhir bulan, kesabaran warga kembali teruji.
“Sampai dengan sekarang belum ada realisasi. Jadi tadi malam warga kembali menanam pohon pisang itu. Kemudian hari ini pihak PUPR datang untuk memberikan klarifikasi kepada warga kami,” jelasnya.
Dari hasil klarifikasi terbaru bersama jajaran PUPR, pemerintah berjanji akan mengeksekusi perbaikan jalan tersebut pada 10 Agustus 2026 mendatang.
Konstruksi jalan juga dipastikan akan ditingkatkan menggunakan cor beton guna menahan beban kendaraan berat.
“Sebenarnya jalan ini sudah pernah diperbaiki tahun lalu. Tapi memang ini jalur kendaraan tambang (sirtu), jadi cepat rusak. Rencananya akan dicor beton untuk jalan ini,” tandasnya.












