Lifestyle

BMKG Ingatkan Warga Waspada Hujan Lebat, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat Saat Puncak Musim Hujan

×

BMKG Ingatkan Warga Waspada Hujan Lebat, Risiko Banjir dan Longsor Meningkat Saat Puncak Musim Hujan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi hujan lebat dilihat dari gedung tinggi.freepik.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi selama puncak musim hujan.

Kondisi atmosfer yang saat ini cukup aktif berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, hingga gelombang tinggi.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan dalam beberapa hari terakhir sejumlah wilayah di Pulau Jawa bagian barat dan tengah telah diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Wilayah yang terdampak meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, serta sebagian Daerah Istimewa Yogyakarta.

Menurutnya, kondisi atmosfer yang labil dan kandungan uap air yang tinggi akibat pengaruh Monsun Asia serta suhu muka laut yang hangat menjadi faktor utama meningkatnya curah hujan di berbagai daerah.

“Curah hujan lebat hingga sangat lebat dengan kisaran 80 hingga 150 milimeter per hari telah terjadi di beberapa wilayah. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana,” ujar Dwikorita di Jakarta, Sabtu (1/11).

BMKG mencatat sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia atau sebanyak 306 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim hujan.

Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung secara bertahap mulai November 2025 hingga Februari 2026 dengan pola pergerakan dari wilayah barat menuju timur Indonesia.

Meski demikian, periode Desember 2025 hingga Januari 2026 diperkirakan menjadi fase puncak musim hujan utama di sebagian besar wilayah Indonesia. Pada periode tersebut, potensi curah hujan tinggi dan risiko bencana hidrometeorologi diprediksi meningkat.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai mulai aktifnya periode siklon tropis di wilayah selatan Indonesia pada November.

Baca Juga  Literasi Finansial Jadi Kunci Perempuan Wujudkan Rumah Impian dan Stabilitas Keluarga

Fenomena ini berpotensi memicu terbentuknya sistem tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia yang dapat menyebabkan hujan sangat lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi, terutama di wilayah pesisir Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Sejumlah Wilayah Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Dalam sepekan ke depan, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami cuaca berawan hingga hujan ringan dan sedang. Namun, beberapa daerah berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan menjadi lebat hingga sangat lebat.

Berdasarkan analisis peringatan dini BMKG, wilayah yang perlu mewaspadai hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh, Sumatera bagian selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat dengan status Siaga diperkirakan terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Papua. Dalam beberapa hari ke depan, potensi tersebut diprediksi meluas ke Maluku Utara serta sebagian wilayah Sulawesi.

BMKG dan BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

Sebagai langkah mitigasi, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan instansi terkait tengah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah rawan, termasuk DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Di Jawa Tengah, operasi berlangsung sejak 25 Oktober dan masih berlanjut hingga awal November dengan pusat operasi di Semarang dan Solo.

Hingga saat ini telah dilakukan 41 sorti penerbangan menggunakan dua pesawat Cessna Caravan yang dinilai efektif dalam mengurangi serta meredistribusi curah hujan di wilayah sasaran.

Sementara di wilayah Jawa bagian barat, operasi telah berjalan sejak 23 Oktober dari Posko Jakarta. Sebanyak 29 sorti penerbangan telah dilakukan dengan hasil yang menunjukkan penurunan curah hujan secara signifikan di daerah target.

Baca Juga  Umat Buddha di Toroh Peringati Waisak 2570 BE dengan Khidmat dan Sederhana

La Nina Lemah Tidak Berdampak Signifikan

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan pemantauan suhu muka laut di Samudra Pasifik menunjukkan adanya penurunan suhu dalam dua bulan terakhir yang telah melewati ambang batas fenomena La Nina.

Pada September tercatat anomali suhu muka laut di Pasifik tengah dan timur sebesar minus 0,54 derajat Celsius, sedangkan pada Oktober mencapai minus 0,61 derajat Celsius. Kondisi tersebut diperkuat dengan peningkatan angin timuran yang menandakan perkembangan awal La Nina lemah.

Meski demikian, BMKG memperkirakan La Nina lemah tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap pola curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Curah hujan selama periode November hingga Februari diprediksi masih berada dalam kategori normal.

Menurut Guswanto, peningkatan potensi hujan saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh aktivitas fenomena atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, gelombang Kelvin, serta suhu muka laut yang hangat di perairan Indonesia. Kombinasi faktor tersebut meningkatkan pasokan uap air dan pembentukan awan hujan secara signifikan.

Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Saat hujan disertai petir dan angin kencang, masyarakat diimbau untuk tidak berteduh di bawah pohon besar, baliho, maupun bangunan yang tidak kokoh.

Warga juga diminta menjaga kondisi kesehatan dan mencukupi kebutuhan cairan tubuh karena suhu panas pada siang hari masih berpotensi terjadi.

Untuk memperoleh informasi cuaca terkini, BMKG mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi InfoBMKG yang menyediakan prakiraan cuaca berbasis lokasi secara detail.

Informasi tersebut diperbarui secara berkala mulai dari prakiraan tujuh harian hingga peringatan dini cuaca ekstrem yang dapat diakses hingga tingkat kecamatan di seluruh Indonesia.

Baca Juga  BRANTA Rilis Single “Ada Ada Saja (Ulahmu)”, Lagu Cinta Manis dengan Nuansa Pop 90-an

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *