Kota Besar

Hotline Cak Eri Terima 9.217 Aduan Warga Surabaya, Masalah Parkir Paling Banyak Dilaporkan

×

Hotline Cak Eri Terima 9.217 Aduan Warga Surabaya, Masalah Parkir Paling Banyak Dilaporkan

Sebarkan artikel ini
Hotline Cak Eri menerima 9.217 aduan warga Surabaya sejak Mei 2026. Mayoritas laporan terkait parkir dan ditangani maksimal 1x24 jam oleh Pemkot Surabaya.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Program layanan pengaduan masyarakat Hotline Cak Eri terus menjadi sarana utama warga Surabaya dalam menyampaikan berbagai persoalan pelayanan publik.

Sejak diluncurkan pada 11 Mei hingga 16 Juli 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menerima 9.217 laporan, dengan persoalan parkir menjadi aduan yang paling banyak disampaikan masyarakat.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, mengungkapkan bahwa jumlah laporan mengalami fluktuasi sejak layanan tersebut dibuka.

Pada awal peluncuran, jumlah aduan cukup tinggi, kemudian menurun selama Juni, sebelum kembali meningkat pada akhir Juni hingga pertengahan Juli.

“Pada awal peluncuran tanggal 11 Mei jumlah laporan cukup tinggi, kemudian menurun di bulan Juni. Namun, memasuki akhir Juni hingga Juli, laporan kembali meningkat bahkan mencapai lebih dari 300 aduan setiap hari. Seluruh laporan harus ditangani maksimal dalam waktu 1×24 jam,” kata Eddy, Jumat (17/7/2026).

Warga Semakin Aktif Memanfaatkan Hotline Cak Eri

Menurut Eddy, tingginya jumlah pengaduan menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang disediakan Pemkot Surabaya.

Ia memastikan setiap laporan yang masuk tetap dipantau langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, meskipun tidak seluruh pesan dibalas secara pribadi.

“Semua laporan yang dikirim warga dibaca oleh Pak Wali Kota. Walaupun tidak semuanya dijawab langsung, laporan tersebut segera diteruskan kepada perangkat daerah terkait agar segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Eddy juga memahami adanya warga yang mempertanyakan mengapa pesan mereka tidak mendapat balasan langsung dari wali kota. Menurutnya, hal tersebut tidak berarti laporan diabaikan.

“Bayangkan jika seorang wali kota harus membalas 300 hingga 400 pesan WhatsApp setiap hari. Tentu membutuhkan waktu yang sangat banyak,” ujarnya.

Baca Juga  Cegah Titip Alamat KK, Pemkot Surabaya Integrasikan Cek In Warga untuk SPMB 2026/2027

Seluruh Aduan Diproses Maksimal 1×24 Jam

Pemkot Surabaya memastikan setiap laporan diklasifikasikan berdasarkan jenis permasalahan, kemudian diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang berwenang.

Sebagai contoh, laporan mengenai jalan berlubang maupun parkir non-tunai langsung ditangani oleh Dinas Perhubungan. Setelah proses penanganan selesai, petugas mengunggah dokumentasi berupa foto beserta waktu pelaksanaan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pelapor.

“Setiap laporan yang telah ditangani akan dilengkapi dokumentasi sehingga masyarakat mengetahui bahwa tindak lanjut benar-benar telah dilakukan,” terang Eddy.

Ia kembali menegaskan bahwa tidak adanya balasan langsung dari Wali Kota Eri Cahyadi bukan berarti laporan warga diabaikan.

Lebih dari 9.000 Laporan Sudah Diselesaikan

Hingga 16 Juli 2026, dari total 9.217 laporan, sebanyak 9.077 aduan telah berhasil diselesaikan.

Sementara itu, sekitar 103 laporan masih dalam proses penyelesaian karena baru diterima sehari sebelumnya dan masih berada dalam batas waktu pelayanan maksimal 1×24 jam.

“Insyaallah seluruh laporan yang masih diproses akan diselesaikan hari ini sehingga besok tidak ada lagi laporan yang tertunda,” kata Eddy.

Aduan Parkir Menjadi yang Terbanyak

Berdasarkan data Dinkominfo Surabaya, berikut kategori pengaduan yang paling banyak diterima melalui Hotline Cak Eri:

  • Parkir: 1.442 laporan
  • Lalu lintas, kemacetan, dan PKL: 823 laporan
  • Pendidikan: 817 laporan
  • Sosial kemasyarakatan: 715 laporan
  • Infrastruktur jalan: 542 laporan
  • Ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum): 421 laporan
  • Fasilitas umum dan sosial: 385 laporan
  • Ketenagakerjaan: 367 laporan
  • Drainase dan saluran air: 355 laporan

Meningkatnya laporan di bidang pendidikan terjadi bersamaan dengan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, yang memunculkan berbagai pertanyaan dan pengaduan dari masyarakat.

Wali Kota Turun Langsung Jika Dibutuhkan

Selain melalui tindak lanjut perangkat daerah, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga turun langsung ke lapangan apabila terdapat persoalan yang memerlukan penanganan khusus.

Baca Juga  Prosedur Pendaftaran SMA/SMK Negeri Masih Bebani Warga Miskin, Dewan Surabaya Desak Pemprov Benahi Sistem

Beberapa lokasi yang pernah didatangi secara langsung antara lain Jalan Nias, Tambak Wedi, dan Sambikerep sebagai bentuk respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Melalui Hotline Cak Eri, Pemkot Surabaya berharap partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelayanan publik semakin meningkat sehingga berbagai persoalan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan transparan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *