Jatim

Lantik IKA UNAIR Bali, Khofifah Pacu Alumni Pelopori Substitusi Impor Sapi Wagyu demi Swasembada Daging

×

Lantik IKA UNAIR Bali, Khofifah Pacu Alumni Pelopori Substitusi Impor Sapi Wagyu demi Swasembada Daging

Sebarkan artikel ini
Ika Unair Bali
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Gubernur Jatim sekaligus Ketua Umum IKA UNAIR Khofifah Indar Parawansa melantik Pengurus Wilayah (PW) IKA UNAIR Bali di Legian, Badung.

  • Alumni didorong memelopori swasembada daging premium lewat program substitusi impor daging sapi Wagyu dan Belgian Blue di Bali.

  • Peluang bisnis peternakan modern ini terbuka lebar berkat sinergi teknologi sperma beku (straw) dari BBIB Singosari Malang.

Denpasar, Jatimmandiri.id — Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (UNAIR) yang juga menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak seluruh alumni UNAIR di Pulau Dewata untuk menjadi motor penggerak kolaborasi lintas sektoral.

Jaringan alumni didorong aktif membangun sinergi komersial guna memperkuat kemandirian ekonomi daerah melalui sektor riil.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Ajakan strategis tersebut disampaikan Khofifah saat melantik secara resmi jajaran Pengurus Wilayah (PW) IKA UNAIR Bali Masa Bakti 2025–2030 di Fourteen Roses Boutique Hotel, Legian, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (16/7/2026).

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa organisasi alumni di era modern tidak boleh terjebak dan berhenti sebagai wadah nostalgia atau silaturahmi semata.

IKA UNAIR dituntut bertransformasi menjadi jembatan emas (golden bridge) yang mengintegrasikan kepakaran akademis kampus, otoritas kebijakan pemerintah, serta kekuatan modal dan pasar dari dunia usaha.

“Alumni memiliki posisi yang sangat strategis sebagai penghubung berbagai kekuatan. Kampus memiliki pakar ilmu pengetahuan, pemerintah memiliki kebijakan, dunia usaha memiliki pasar dan investasi. Jika semua itu dipertemukan melalui jejaring alumni, maka akan lahir berbagai inovasi yang memberikan manfaat lebih nyata bagi masyarakat,” urai Khofifah.

Bidik Substitusi Impor Daging Premium Senilai Jutaan Rupiah

Secara taktis, Khofifah langsung memetakan satu proyek potensial yang dapat digarap oleh IKA UNAIR PW Bali, yakni penguatan sektor peternakan melalui program substitusi impor daging premium jenis Wagyu.

Baca Juga  Peringatan Hari Lahir Pancasila di Grahadi, Khofifah Tekankan Persatuan dan Perdamaian Dunia

Langkah ini didasari atas sangat tingginya kebutuhan daging kelas atas untuk industri pariwisata, perhotelan, dan restoran di Bali yang selama ini masih 100 persen bergantung pada pasokan ekspor luar negeri.

Peluang emas ini dapat diwujudkan melalui kerja sama hilirisasi dengan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) milik Kementan di Singosari, Malang. Lembaga tersebut saat ini telah sukses melakukan budi daya sapi Wagyu dan mengamankan stok sekitar 6.000 straw semen beku unggul.

“Di Bali ada tim inseminator untuk melakukan inseminasi buatan, ada juga tim pengawas kebuntingan. Saya rasa itu akan sangat efektif untuk bisa dibudidayakan di Bali, karena kebutuhan pasarnya tinggi sekali, dan mahal,” papar Khofifah.

Dengan harga daging Wagyu di pasaran yang saat ini bertengger di atas Rp1 juta per kilogram, lompatan teknologi reproduksi ternak ini dinilai akan membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru yang sangat masif bagi masyarakat dan peternak lokal Bali.

Target Besar Stop Impor Nasional

Selain sapi Wagyu, Pemprov Jatim bersama pemerintah pusat juga terus menguji coba pengembangan sapi jenis Belgian Blue yang memiliki keunggulan karakteristik volume daging yang sangat tinggi lewat skema program persilangan.

Khofifah optimistis, jika program peternakan modern terintegrasi ini sukses dikloning secara masif, target Indonesia untuk merealisasikan swasembada daging nasional dapat segera tercapai, mengikuti jejak keberhasilan swasembada beras dan target swasembada gula konsumsi tahun ini.

Di lokasi yang sama, Ketua IKA UNAIR Bali I Nyoman Dhukajaya menyambut baik arah taktis tersebut. Secara historis, Nyoman menyebut nama besar “Airlangga” merupakan simbol jembatan peradaban dan ikatan persaudaraan sejati antara Bali dan Jawa.

Prabu Airlangga sendiri merupakan putra dari Raja Udayana asal Bali yang kemudian membangun imperium Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur.

Baca Juga  Lamongan Raih Penghargaan Kelembagaan Terbaik PPA Award 2026, Bukti Sukses Cegah Perkawinan Anak

“Setiap alumni Unair memiliki tanggung jawab moral untuk merawat semangat persaudaraan lintas daerah, lintas profesi, dan lintas generasi. Ketika para alumni saling mendukung, membuka peluang, dan berbagi pengetahuan, maka lahirlah ekosistem yang menghasilkan kemajuan bersama,” pungkas Nyoman.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *