PARIS, Jatim Mandiri – Kontroversi terjadi pada Esports World Cup (EWC) 2026 Chess ketika pertandingan perebutan posisi ketiga antara Hikaru Nakamura dan Alireza Firouzja terganggu masalah teknis. Situasi tersebut bahkan membuat Firouzja meninggalkan arena sebelum pertandingan berakhir.
Nakamura kemudian memberikan klarifikasi terkait insiden tersebut. Sebelumnya, pecatur asal Amerika Serikat itu sempat menyalahkan Chess.com atas gangguan yang terjadi selama pertandingan.
Namun, setelah mendapat penjelasan lebih lanjut, Nakamura menarik kembali pernyataannya. Ia mengakui kesalahan karena terlalu cepat mengambil kesimpulan mengenai sumber masalah.
“I now know I was wrong,” kata Nakamura.
Menurut Nakamura, gangguan tersebut ternyata merupakan persoalan teknis di penyelenggaraan EWC yang juga berdampak pada beberapa pertandingan lain. Ia kemudian meminta maaf setelah sebelumnya mengkritik Chess.com.
Insiden bermula ketika pertandingan Nakamura dan Firouzja mengalami beberapa kali gangguan koneksi. Kondisi tersebut membuat pertandingan terhenti dan berlangsung dalam situasi yang tidak ideal.
Firouzja akhirnya meninggalkan arena setelah pertandingan kembali mengalami masalah. Laga kemudian berakhir dengan kemenangan Nakamura melalui forfeit.
Kontroversi tersebut menjadi perhatian karena EWC Chess mempertemukan sejumlah pecatur terbaik dunia dalam format kompetisi esports. Gangguan teknis dalam pertandingan penting pun memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan sistem pertandingan catur digital di panggung sebesar EWC.
Nakamura sendiri akhirnya finis di posisi ketiga setelah mengalahkan Firouzja. Sementara gelar juara EWC Chess 2026 diraih *Magnus Carlsen* setelah menundukkan Denis Lazavik di partai final.
Bagi Nakamura, kontroversi tersebut akhirnya ditutup dengan pengakuan kesalahan. Sikap tersebut menjadi bagian lain dari cerita EWC Chess 2026 yang tidak hanya menghadirkan persaingan di papan catur, tetapi juga drama di luar pertandingan.












