Jatim

Gratis Tiket Masuk, Embung Sonorejo Padangan Jadi Wisata Favorit Baru di Bojonegoro

×

Gratis Tiket Masuk, Embung Sonorejo Padangan Jadi Wisata Favorit Baru di Bojonegoro

Sebarkan artikel ini
Embung Sonorejo Padangan Bojonegoro menawarkan wisata gratis dengan parkir murah. Dikelola warga, destinasi ini ramai hingga menarik wisatawan luar daerah.
Example 468x60

Bojonegoro, Jatimmandiri.id- Embung Sonorejo di Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, mulai menjadi salah satu magnet wisata baru bagi masyarakat. Berjarak sekitar 40 menit dari pusat Kota Bojonegoro menuju Cepu, destinasi ini ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat akhir pekan.

Menariknya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Wisatawan hanya perlu membayar biaya parkir Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Konsep wisata murah dan dikelola masyarakat tersebut membuat Embung Sonorejo menjadi pilihan bagi wisatawan dari berbagai daerah, mulai Bojonegoro, Blora, hingga Ngawi.

Berada di Kawasan Peninggalan Belanda

Embung Sonorejo memiliki daya tarik tersendiri karena berada di kawasan bekas jalur Solo Valley Werken atau Tanah Solo Valley, yang merupakan peninggalan pemerintah kolonial Hindia Belanda.

Kawasan tersebut merupakan bagian dari proyek penggalian dan pengendalian air yang dibangun sekitar akhir abad ke-19 hingga paruh pertama abad ke-20. Jalurnya membentang sekitar 120 kilometer dengan lebar antara 100 hingga 150 meter, melewati sejumlah wilayah, seperti Tuban, Bojonegoro, Lamongan, hingga Gresik.

Awalnya, kawasan Solo Valley Werken dirancang sebagai bagian dari proyek irigasi dan pengendalian banjir di aliran hilir Sungai Bengawan Solo.

“Tempatnya memang di jalur peninggalan Belanda. Makanya tanahnya subur dan pemandangannya berbeda,” kata Ikhsan, pengelola wisata wilayah Desa Ngradin, Jumat (15/8/2026).

Mengandalkan Air Hujan

Salah satu keunikan Embung Sonorejo adalah sumber airnya yang sepenuhnya berasal dari air hujan. Kondisi tersebut membuat debit air dapat mengalami penyusutan ketika musim kemarau berlangsung panjang.

Pengelolaan Embung Sonorejo dilakukan secara swadaya oleh Karang Taruna Desa Sonorejo. Sementara destinasi wisata yang berada di seberang jalan, tepatnya di Desa Ngradin, dikelola BUMDes Bayu.

Menurut Ikhsan, jumlah pengunjung meningkat cukup signifikan, terutama pada akhir pekan.

Baca Juga  KAHMI Bojonegoro Gelar Refleksi Kebangsaan, Soroti Tata Kelola Migas dan Kesejahteraan

“Sabtu-Minggu bisa 200 orang. Hari biasa sekitar 100-an. Ada yang dari Kedung Tuban, Blora, sampai Ngawi,” ujarnya.

Salah seorang pengunjung asal Kalitidu, Novi, menyarankan wisatawan datang pada sore hari agar lebih nyaman menikmati suasana embung.

“Enaknya datang sore hari. Kalau siang panas. Tiket masuk gratis, cuma bayar parkir,” tuturnya.

Embung Sonorejo dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga menjelang malam.

Dikelola Warga, Jadi Sumber Pemasukan Desa

Keberadaan Embung Sonorejo dan destinasi wisata di Desa Ngradin menunjukkan bagaimana masyarakat desa dapat memanfaatkan potensi lokal untuk menggerakkan ekonomi.

Pengelolaan dilakukan secara mandiri, mulai dari parkir, kebersihan, hingga aktivitas perdagangan di sekitar lokasi wisata.

“Semua swadaya. Dari parkir, jualan, sampai kebersihan dikelola sendiri,” kata Ikhsan.

Selain biaya parkir yang terjangkau, wisatawan juga dapat menikmati berbagai makanan dan minuman dari warung di sekitar embung dengan harga relatif ramah di kantong.

Wisatawan Ikut Menggerakkan UMKM

Ramainya kunjungan wisatawan turut memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi.

Salah satunya warung Pecel Pincuk Waduk milik Bambang. Warung yang menawarkan pecel pincuk dengan sajian daun pisang tersebut kini semakin ramai, terutama ketika jumlah wisatawan meningkat.

“Alhamdulillah, kalau ramai baru setahun ini. Buka dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam,” ujar Bambang.

Kuliner pecel pincuk menjadi salah satu pilihan wisatawan untuk menikmati makanan lokal setelah beraktivitas di kawasan embung.

Disbudpar Dorong Kolaborasi Padangan Wonderful Bojonegoro

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro turut memberikan apresiasi terhadap masyarakat, Karang Taruna, dan BUMDes yang aktif mengembangkan potensi wisata di Embung Sonorejo dan Desa Ngradin.

Kabid Pariwisata Disbudpar Bojonegoro, Amin Asrofin, S.H., mengatakan pengembangan wisata berbasis masyarakat memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus perekonomian lokal.

Baca Juga  RSUD Ngimbang Tambah Tiga Layanan Baru, Tingkatkan Akses Kesehatan Warga Lamongan Selatan

Menurutnya, Disbudpar Bojonegoro telah berkolaborasi dalam pengembangan paket wisata “Padangan Wonderful Bojonegoro” yang mengintegrasikan berbagai potensi wisata di wilayah Padangan dan sekitarnya.

“Potensi wisata desa seperti ini menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Bahkan, Disbudpar Kabupaten Bojonegoro telah berkolaborasi dalam pengembangan paket wisata ‘Padangan Wonderful Bojonegoro’, yang mengintegrasikan berbagai potensi daya tarik wisata di wilayah Padangan dan sekitarnya,” kata Amin.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, BUMDes, UMKM, dan pelaku ekonomi kreatif terus diperkuat. Dengan demikian, destinasi wisata desa tidak hanya menjadi tempat berkunjung, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

“Embung Sonorejo dan Desa Ngradin adalah contoh bahwa potensi lokal, ketika dikelola bersama dengan semangat gotong royong, dapat menjadi daya tarik wisata yang luar biasa. Mari terus bersinergi dan berkolaborasi untuk menghadirkan pengalaman wisata yang semakin menarik dan menjadikan Padangan Wonderful Bojonegoro sebagai salah satu pilihan wisata unggulan di Bojonegoro,” pungkas Amin.

Dengan tiket masuk gratis, suasana khas pedesaan, nilai sejarah kawasan, serta keberadaan UMKM dan kuliner lokal, Embung Sonorejo berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata alternatif bagi masyarakat Bojonegoro dan daerah sekitarnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

MALANG, JATIM MANDIRI – Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad meneguhkan semangat pengabdian dan menjaga kedaulatan bangsa dalam peringatan HUT ke-81…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat kedaulatan Indonesia melalui kemandirian pangan, energi, ekonomi,…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Tujuh satuan kerja Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Jawa Timur beradu kreativitas melalui lomba video “DJKN se-Jatim…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri BRI Regional Office 12 Surabaya memberikan penghargaan kepada insan BRILiaN dan unit kerja berprestasi melalui BRI Excellence…

Berita

Malang, Jatim Mandiri Satlantas Polres Malang membagikan miniatur bendera Merah Putih pada kendaraan pengguna jalan di Kabupaten Malang, Senin (17/8)….