Jember, Jatimmandiri.id – Bupati Jember, Gus Fawait, kembali menggelar kegiatan gowes bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jember. Kali ini, rute yang ditempuh meliputi Yosowilangun –Jalur Lintas Selatan (JLS) hingga Kantor Kecamatan Puger.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan aksi sosial berupa pemberian santunan dan pemeriksaan kesehatan gratis yang bekerja sama dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kegiatan serupa juga digelar di Kantor Kecamatan Puger pada Senin (21/9) malam.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Jember menerima dukungan kendaraan operasional dari PT Semen Imasco Asiatic untuk memperkuat pelaksanaan program Homecare. Bantuan armada tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan medis di rumah.
Bupati Jember Gus Fawait mengapresiasi dukungan sektor swasta tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dapat memperkuat kesiapan armada puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.
“Kolaborasi ini memperkuat kesiapan armada puskesmas dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan langsung di rumah,” ujar Gus Fawait.
Selain menerima dukungan armada, Gus Fawait juga menjelaskan kebijakan Pemkab Jember terkait penataan tenaga kesehatan (nakes). Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun merumahkan tenaga kesehatan meski terdapat surplus tenaga medis di sejumlah puskesmas.
Melalui gerakan penataan nakes dan pengembangan layanan Homecare, Pemkab Jember membuka ruang penyerapan tenaga medis. Penataan tersebut juga diarahkan untuk mengakomodasi pengangkatan tenaga kesehatan menjadi PPPK maupun PNS secara bertahap.
“Langkah ini sekaligus menjadi skema penataan formasi agar para nakes dapat diakomodasi dalam pengangkatan PPPK hingga PNS secara bertahap,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyesuaian hari kerja dari enam hari menjadi lima hari juga telah diberlakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan tenaga kesehatan.
Gus Fawait turut menjelaskan perbedaan fungsi layanan Homecare dengan ambulans gawat darurat. Homecare diperuntukkan bagi pelayanan medis berkala, termasuk penanganan dokter bagi warga kurang mampu yang memiliki penyakit kronis atau membutuhkan perawatan jangka panjang.
Sementara itu, ambulans desa maupun rumah sakit digunakan untuk menangani kondisi gawat darurat yang membutuhkan tindakan medis secara cepat di fasilitas kesehatan.
Dengan tambahan armada operasional dari sektor swasta, Pemkab Jember berharap pelayanan kesehatan melalui program Homecare dapat menjangkau lebih banyak masyarakat serta meningkatkan pemerataan akses layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Jember.












