Probolinggo, Jatim Mandiri
Curahgrinting Night Festival menghadirkan beragam pertunjukan seni sekaligus membuka ruang pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, dan wisata kelurahan di Jalan Kapuas, Kota Probolinggo, Sabtu (12/9). Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari membuka festival yang melibatkan warga dan pelaku seni setempat tersebut.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Ina membuka festival dengan didampingi Camat Kanigaran Purwantoro Noviyanto dan Lurah Curahgrinting Rois Siswanto.
Festival turut dihadiri para lurah di Kecamatan Kanigaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga. Jalan Kapuas menjadi pusat pertunjukan sekaligus ruang interaksi masyarakat.
Beragam kesenian ditampilkan, mulai Tabuh Lesung Roro Jonggrang, paduan suara lagu daerah, hingga tari tradisional. Seni bela diri dan musik dug-dug-dug turut memeriahkan acara.
Ina mengapresiasi keterlibatan warga dalam penyelenggaraan kegiatan. Menurut dia, festival dapat menjadi wadah kebersamaan sekaligus menghidupkan seni, budaya, dan tradisi lokal.
“Kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem yang saling menguatkan,” kata Ina.
Ia menilai pengembangan potensi lokal dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Dampaknya dapat dirasakan melalui perputaran ekonomi selama kegiatan berlangsung.
“Semakin banyak potensi lokal yang terangkat dan dikembangkan, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk melalui perputaran ekonomi,” ujarnya.
Menurut Ina, kegiatan serupa dahulu dikenal sebagai pesta rakyat. Konsep tersebut dapat dikembangkan menjadi ruang untuk mengenalkan potensi wilayah serta mendorong kreativitas warga. “Ketika seni dan budaya berpadu dengan kreativitas masyarakat, akan muncul peluang-peluang baru,” jelasnya.
Peluang tersebut dapat berkembang melalui UMKM, kuliner, ekonomi kreatif, dan wisata lokal. Karena itu, festival diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ina berharap Curahgrinting Night Festival menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi dan pariwisata di tingkat kelurahan. Pelaksanaannya juga diharapkan memberikan ruang tumbuh bagi pelaku usaha setempat.
Camat Kanigaran Purwantoro Noviyanto mengapresiasi kegiatan wisata lokal yang dibangun melalui keterlibatan masyarakat. Menurut dia, pertunjukan seni dan budaya dapat mendukung aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar. “Saya berharap festival ini menjadi ruang bagi masyarakat Curahgrinting untuk menunjukkan kreativitas, mengangkat potensi wilayah, sekaligus membuka peluang ekonomi dan pariwisata,” katanya.
Festival tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat. Kolaborasi itu dinilai penting untuk menjaga budaya sekaligus menggerakkan perekonomian warga. (yf/ibn)












