Jakarta, Jatimmandiri.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kekayaan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Salah satu strategi yang didorong ialah ekonomi budaya sirkular atau circular cultural economy (CCE).
Menurut Fadli, pengembangan ekonomi berbasis budaya harus dimulai dari inventarisasi, riset, dan pelindungan terhadap kekayaan budaya. Langkah tersebut menjadi dasar agar aset budaya dapat dikembangkan menjadi kapasitas produktif sekaligus memperkuat pengaruh budaya Indonesia.
“Inventarisasi, riset, dan pelindungan harus menjadi dasar untuk mengubah kekayaan budaya menjadi kapasitas produktif. Artinya, ruang untuk mengubah kekayaan budaya menjadi cultural influence memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Fadli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan, ekosistem circular cultural economy perlu dibangun secara terpadu. Ekosistem tersebut menghubungkan aset budaya dengan kreativitas, kekayaan intelektual, produksi, pembiayaan, distribusi, hingga pasar.
Fadli menilai keterhubungan berbagai sektor tersebut dapat menjadikan kebudayaan sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut industri kreatif dunia saat ini mampu memberikan kontribusi sedikitnya USD 4,3 triliun per tahun.
Indonesia, lanjut dia, memiliki peluang untuk mengembangkan kekayaan budaya melalui konsep CCE sekaligus memperluas pengaruh budaya Nusantara di tingkat internasional.
Potensi tersebut tidak hanya berada di dalam negeri. Pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di berbagai negara juga dinilai memiliki posisi strategis untuk memperkenalkan budaya Nusantara sekaligus membuka jejaring yang dapat mendukung pengembangan ekonomi berbasis budaya.
Hal itu disampaikan Fadli dalam Simposium Internasional ke-18 Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir. Ia menyebut sekitar 200.000 pelajar Indonesia di luar negeri dapat mengambil peran dalam memperkuat diplomasi budaya dan peradaban Indonesia.
Menurut Fadli, para pelajar tersebut dapat menjalankan sejumlah fungsi strategis, mulai dari menjadi penghubung pengetahuan dan institusi, menggerakkan sirkulasi talenta, berkontribusi dalam kecerdasan budaya, hingga membangun ekosistem.
“Lima peran strategis tersebut merupakan bekal Indonesia pada tingkat jejaring global,” tambahnya.
Kementerian Kebudayaan berharap jaringan pelajar Indonesia di luar negeri dapat terus berkembang sebagai simpul diplomasi dan pengetahuan. Kolaborasi antara pemerintah, diaspora, dan pelajar Indonesia di berbagai negara juga dinilai penting untuk memperluas jangkauan budaya Indonesia di dunia.
Dengan jejaring tersebut, kekayaan budaya tidak hanya dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi sumber kreativitas, pengetahuan, jejaring, dan kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing global.












