Surabaya, Jatimmandiri.id- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana melakukan mutasi aparatur sipil negara (ASN) dalam waktu dekat.
Menjelang pelaksanaan mutasi tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menetapkan syarat khusus bagi ASN perempuan yang akan menempati jabatan strategis, yakni harus memperoleh rida atau izin dari suami.
Kebijakan tersebut diberlakukan karena pejabat perempuan yang menduduki posisi strategis, seperti camat dan lurah, memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Tidak jarang mereka harus menjalankan tugas hingga malam hari sehingga memerlukan dukungan penuh dari keluarga.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa mutasi sebenarnya direncanakan berlangsung pada Selasa.
Namun, pelaksanaannya ditunda untuk memberikan kesempatan kepada para pejabat perempuan mengurus persetujuan dari suami masing-masing.
“Insyaallah kita juga akan ada mutasi. Harusnya besok mutasinya, cuma kemarin saya juga sampaikan karena pekerjaan ini berat, maka saya meminta terutama yang perempuan itu mencari rida suaminya,” ujar Eri Cahyadi, Senin (29/6/2026).
Menurut Eri, pejabat perempuan yang berada di garis terdepan pelayanan publik harus siap menjalankan tugas di luar jam kerja, termasuk pada malam hari.
Oleh sebab itu, izin dari suami dinilai menjadi bagian penting agar pelaksanaan tugas tidak menimbulkan persoalan dalam kehidupan rumah tangga.
Ia menegaskan bahwa izin suami menjadi syarat utama bagi ASN perempuan yang akan dipercaya menduduki jabatan strategis.
“Karena saya minta yang perempuan-perempuan ini minta izin suaminya harus fardhu ain. Karena dia ada yang keluar malam, ada yang menjaga malam,” katanya.
Apabila terdapat pejabat perempuan yang tidak memperoleh persetujuan dari suami, Eri meminta agar yang bersangkutan mengundurkan diri dari jabatan yang mengharuskannya bertugas di lapangan hingga malam hari.
“Kalaupun ada yang tidak diizinkan, maka saya meminta mereka untuk mengundurkan diri,” tegasnya.
Mutasi ASN Ditunda hingga Persetujuan Suami Rampung
Eri mengungkapkan, jadwal mutasi kemungkinan diundur hingga Jumat atau awal pekan depan. Penundaan dilakukan sambil menunggu laporan dari kepala dinas, camat, maupun lurah perempuan terkait izin yang telah diberikan oleh suami masing-masing.
“Nah, ketika mereka mengundurkan diri maka kita akan rekap, insyaallah mutasinya mundur hari Jumat atau hari Senin, sambil menunggu data dari kepala dinas yang perempuan, atau lurah camat yang perempuan untuk mendapat ridhanya seorang suami, karena itu saya wajibkan,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut bukan untuk membatasi peran perempuan dalam pemerintahan, melainkan agar tugas melayani masyarakat tidak memicu konflik di dalam keluarga.
“Saya tidak ingin ketika bekerja untuk kepentingan warga Surabaya tapi ternyata gegeran di rumah tangganya. Karena ada selisih paham atau seperti apa,” tutur Eri.
Tetap Menjabat, Namun Tidak di Garda Terdepan
Bagi ASN perempuan yang tidak memperoleh izin suami, Eri memastikan mereka tetap akan menduduki jabatan struktural di lingkungan Pemkot Surabaya.
Namun, mereka tidak akan ditempatkan sebagai pimpinan wilayah yang memiliki tanggung jawab operasional di lapangan.
“Jadi dia tetap akan menjadi struktur, tapi tidak nomor satu. Seperti kalau camat jadi kepala bidang, lurah jadi kepala tim kerja, tetap dia menjabat tapi tidak di garda terdepan,” jelasnya.
Eri juga mengaku telah mengumpulkan seluruh pejabat perempuan untuk menyampaikan kebijakan tersebut sekaligus meminta mereka segera melaporkan hasil persetujuan dari suami kepada Badan Kepegawaian.
“Saya tadi kumpulkan yang perempuan untuk minta izin suaminya. Karena ridanya suami adalah ridanya Gusti Allah. Maka dia nanti kalau ada yang diridhoi menyampaikan ke kepegawaian, jadi mutasinya sekalian saya jadikan satu,” katanya.
Selain itu, Eri memastikan tiga kecamatan yang sebelumnya mendapat teguran juga menjadi bagian dari evaluasi dalam mutasi ASN kali ini. Evaluasi tersebut mencakup camat maupun lurah di wilayah terkait.
“Tiga kecamatan itu sudah termasuk dengan lurah-lurahnya,” pungkasnya.












