Jatim

Emil Dardak Ajak ICMI Jatim Hadirkan Solusi Berbasis Ilmu

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Emil Dardak Ajak ICMI Jatim Hadirkan Solusi Berbasis Ilmu

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak (keenam dari kanan) saat menghadiri pengukuhan Pengurus ICMI Organisasi Wilayah Jatim masa khidmat 2026-2031 di Gedung Negara Grahadi Surabaha, Sabtu (19/9/2026).
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jawa Timur mengambil peran lebih besar dalam memperkuat kebijakan publik yang berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi. Cendekiawan dinilai tidak cukup hanya menghasilkan kajian akademik, tetapi juga perlu menerjemahkannya menjadi solusi atas persoalan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Emil saat menghadiri pengukuhan Pengurus ICMI Organisasi Wilayah Jatim masa khidmat 2026-2031 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (19/9) malam.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Kalau ICMI bisa berperan, resonansinya di Jawa Timur bisa luar biasa. Kita berharap diskursus seperti ini terjadi di publik, bahwa dalam setiap masalah ada akar masalah yang perlu ditelusuri secara ilmiah,” kata Emil.

Menurut Emil, Jawa Timur memiliki ruang pengabdian yang luas bagi para cendekiawan muslim. Provinsi dengan sekitar 42 juta penduduk tersebut memiliki basis industri, sumber daya alam, serta perguruan tinggi yang tersebar di sejumlah daerah.

“Ruang pengabdian bagi cendekiawan muslim di Jawa Timur tentu sangat terbuka luas di berbagai sektor,” ujarnya.

Emil mencontohkan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang membutuhkan pendekatan berdasarkan kondisi ilmiah di lapangan. Temuan dan analisis tersebut selanjutnya perlu diterjemahkan pemerintah menjadi kebijakan yang realistis dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.

“Ini yang ingin kita dorong ke depan, bagaimana menelusuri secara saintifik, kemudian menerjemahkannya menjadi sebuah kebijakan publik,” katanya.

Pendekatan berbasis ilmu, lanjut Emil, diperlukan agar penyelesaian persoalan tidak semata-mata bertumpu pada asumsi atau respons yang berkembang di ruang publik. Hal serupa berlaku dalam penerapan teknologi untuk menyelesaikan masalah publik. Menurutnya, teknologi membutuhkan proses pengujian dan pengembangan agar penerapannya sesuai dengan kebutuhan serta kondisi di lapangan.

Baca Juga  Berantas Mafia Tanah, DPD dan Pemprov Jatim Pertajam RUU Pertanahan

Karena itu, Emil berharap ICMI dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat kebijakan berbasis pengetahuan sekaligus mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua ICMI Jawa Timur Pitono Nugroho mengatakan kepengurusan periode 2026-2031 akan diarahkan untuk memperkuat empat mesin penggerak organisasi, yakni pemikiran strategis, inovasi, kolaborasi, dan dampak.

“ICMI ke depan tidak ingin besar organisasinya, tetapi ingin besar dampaknya,” kata Pitono.

Ketua Umum ICMI Arif Satria menambahkan, Jawa Timur memiliki kekuatan berupa sumber daya alam dan sumber daya intelektual yang dapat menjadi modal pengembangan inovasi. ICMI, menurutnya, perlu memperkuat kebijakan berbasis bukti ilmiah, mendampingi inovasi daerah, serta meningkatkan literasi ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakat.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjembatani kekuatan akademik dengan kebutuhan pembangunan, sehingga ilmu pengetahuan dan inovasi tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Malang, Jatim Mandiri – Gunung Semeru mengalami tujuh kali erupsi dengan tinggi kolom letusan mencapai 1 kilometer di atas puncak…