Ekbis

E10 Berpotensi Tekan Impor BBM

×

E10 Berpotensi Tekan Impor BBM

Sebarkan artikel ini
ilustrasi
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Rencana pemerintah menerapkan bensin campuran bioetanol 10 persen (E10) dinilai dapat membantu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM). Namun, kebijakan tersebut harus diiringi percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) dan peningkatan penggunaan transportasi umum agar dampaknya lebih signifikan.

Managing Director Energy Shift Institute Putra Adhiguna mengatakan bioetanol hanya mampu menggantikan sekitar 5–10 persen konsumsi bensin berbasis fosil. Karena itu, tanpa pengurangan penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil, ketergantungan terhadap impor BBM masih akan tetap tinggi.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Jika hanya penerapan bioetanol hanya menggantikan sekitar 5–10 persen konsumsi bensin. Sementara itu pertumbuhan kendaraan berbahan bakar fosil tetap saja tanpa diimbangi percepatan adopsi kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) maupun transportasi umum, maka 90–95 persen kebutuhan BBM tetap bergantung pada impor,” kata Putra kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, pemanfaatan bioetanol produksi dalam negeri tetap menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Untuk mendukung program E10, pembangunan pabrik bioetanol perlu diprioritaskan di daerah penghasil bahan baku seperti Jawa Timur dan Lampung agar biaya logistik lebih efisien.

“Di sisi lain, pemerintah perlu berhati-hati apabila mempertimbangkan ekspansi ke wilayah seperti Papua, mengingat risiko deforestasi yang dapat ditimbulkan dari pembukaan lahan baru,” ujarnya.

Putra juga menilai pemerintah perlu meningkatkan kapasitas produksi bioetanol dari sekitar 70 ribu kiloliter menjadi 1,5 juta kiloliter, menjamin ketersediaan bahan baku tanpa mengganggu ketahanan pangan, serta menyiapkan skema investasi dan pembiayaan yang jelas.

“Transparansi dalam proses pengambilan keputusan harus menjadi prioritas. Selain itu, masyarakat perlu mendapatkan edukasi bahwa bensin campuran bioetanol memiliki kandungan energi yang lebih rendah sehingga konsumsi bahan bakarnya dapat sedikit lebih boros,” katanya.

Baca Juga  Antrean BBM Mengular di SPBU Pertamina Surabaya, Ini Penyebabnya

Ia menambahkan, edukasi dari pemerintah dan Pertamina mengenai karakteristik E10 serta penetapan harga yang kompetitif akan menjadi faktor penting agar bensin campuran bioetanol dapat diterima masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Surabaya, Jatimmandiri.id PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus memperkuat komitmennya dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat melalui berbagai program…