Pasuruan, Jatimmandiri.id – Proses evakuasi dramatis berlangsung selama hampir tiga jam di Jalan Raya Gempol–Malang, Kabupaten Pasuruan, Senin (27/7/2027).
Tim Rescue Kantor SAR Kelas A Surabaya bersama unsur SAR gabungan berjibaku membebaskan Agus (40), seorang sopir truk trailer yang tubuhnya terjepit parah di dalam ruang kemudi setelah kendaraannya mengalami rem blong dan menghantam teras rumah warga.
Menerima laporan insiden tersebut, Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, langsung menginstruksikan penerjunan dua tim rescue, Tim Bravo dan Tim Charlie.
Tim diterjunkan bersama armada rescue car dan rescue truck yang dilengkapi peralatan ekstrikasi khusus serta perlengkapan SAR pendukung lainnya.
Setibanya di lokasi kejadian, petugas mendapati kondisi kabin truk ringsek berat akibat terhimpit konstruksi bangunan rumah.
Kondisi ini sempat menyulitkan personel karena akses penyelamatan terhalang material bangunan.
“Di tengah proses pembuatan akses evakuasi, korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Jari tangannya masih bergerak. Kami kemudian meminta tim medis melakukan pemeriksaan untuk memastikan kondisinya,” ujar Nanang.
Tim medis gabungan dari RS Bhayangkara Pusdik Brimob dan Puskesmas Gempol langsung bergerak cepat melakukan penanganan awal.
Meski dalam kondisi sangat lemah, Agus dipastikan masih bernyawa.
Petugas segera memberikan bantuan oksigen serta tindakan stabilisasi di lokasi.
Setelah kondisi dipastikan stabil, tim SAR melanjutkan proses ekstrikasi dengan memotong sejumlah bagian kabin truk yang mengimpit tubuh korban secara hati-hati agar tidak memperparah cederanya.
Tantangan utama operasi ini adalah posisi tubuh korban yang terhimpit ketat serta bagian depan truk yang tersangkut pada struktur bangunan.
Titik terang didapatkan setelah armada dump truck dikerahkan untuk menarik badan kendaraan, sehingga memberi ruang gerak yang lebih leluasa bagi tim evakuasi.
Setelah pertarungan sengit melawan waktu selama kurang lebih tiga jam, Agus akhirnya berhasil dikeluarkan dari jepitan besi kabin dalam kondisi bernyawa.
Ia langsung dilarikan ke rumah sakit.
Namun takdir berkata lain, setelah menerima perawatan medis intensif, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat yang dialaminya.












