Intisari Berita:
- DPRD Surabaya dukung realisasi Rusunami gagasan Wali Kota Eri Cahyadi khusus bagi MBR dan pekerja berpenghasilan maksimal UMR.
- Tiga kawasan strategis disiapkan sebagai lokasi pembangunan hunian vertikal: Ngagel, Tambak Wedi, dan Sememi.
- Proyek khusus warga ber-KTP Surabaya ini akan dikolaborasikan bersama swasta serta program prioritas Kementerian Perumahan Rakyat era Presiden Prabowo.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya menyatakan komitmen dan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) yang digagas oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Inisiatif strategis ini dinilai mendesak guna merespons lonjakan kebutuhan tempat tinggal yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Pahlawan.
Pengembangan konsep hunian vertikal dipandang sebagai langkah rasional paling tepat di tengah kian menyempitnya ketersediaan lahan perkotaan.
Solusi Hunian Vertikal: Prioritas Gaji Maksimal UMR dan KTP Surabaya
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai, menjelaskan bahwa keterbatasan ruang geografis di Surabaya membuat pola pengembangan pemukiman secara horizontal (rumah tapak) kian sulit diwujudkan. Oleh karena itu, skema hunian vertikal menjadi instrumen penting agar pemerintah daerah hadir menjamin pemenuhan kebutuhan papan warganya.
“Kita mendorong program Rusunami itu bisa direalisasikan. Nantinya diprioritaskan bagi warga berpenghasilan rendah hingga maksimal pendapatan UMR,” tegas Bahtiyar.
Selain menetapkan batas atas pendapatan, Bahtiyar menggarisbawahi bahwa kepemilikan unit Rusunami ini wajib dipagari oleh tertib administrasi kependudukan agar manfaatnya tepat sasaran.
“Rusunami nanti harus dikhususkan untuk warga yang ber-KTP Surabaya,” tambahnya.
Pangkas Beban Transportasi: Cegah Warga Menetap di Gresik dan Sidoarjo
Kehadiran Rusunami terjangkau di dalam kota diyakini menjadi solusi atas fenomena keterpaksaan warga lokal yang selama ini harus membeli hunian di daerah penyangga akibat melambungnya harga tanah perkotaan.
Bahtiyar mencatat banyak masyarakat pekerja asal Surabaya yang akhirnya menetap di wilayah penyangga seperti Gresik atau Sidoarjo. Kondisi ini secara tidak langsung membebani pengeluaran mobilitas harian serta menambah waktu tempuh menuju lokasi kerja di Surabaya.
Melalui kepemilikan Rusunami di dalam kota, masyarakat dapat tinggal lebih dekat dengan sentra aktivitas ekonomi dan fasilitas penunjang, sekaligus menekan biaya transportasi secara signifikan.
Pemetaan 3 Titik Lokasi Strategis di Surabaya
Guna merealisasikan proyek perumahan rakyat ini, sejumlah kawasan milik pemkot telah dipetakan dan dinilai memiliki potensi pengembangan hunian vertikal yang layak dan terintegrasi, antara lain:
- Surabaya Tengah: Kawasan Ngagel
- Surabaya Utara: Kawasan Tambak Wedi
- Surabaya Barat: Kawasan Sememi
Kolaborasi Swasta dan Sinkronisasi Program Presiden Prabowo Subianto
Menyadari adanya tantangan pembiayaan dan koordinasi lintas sektor, DPRD Kota Surabaya mendorong skema kemitraan multipihak untuk mengakselerasi pembangunan fisik. Sinergi pendanaan dapat dirancang melalui kerja sama antara Pemkot Surabaya, konsorsium swasta, maupun pemerintah pusat.
Langkah ini diselaraskan secara langsung dengan agenda prioritas nasional pembangunan rumah layak huni yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan Rakyat.
“Kolaborasi dengan pemerintah pusat atau dengan swasta. Program Rusunami itu akan diselaraskan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan Rakyat di mana pembangunan hunian layak ini bisa dikolaborasikan,” jelas Bahtiyar optimis.
Dengan perencanaan matang dan tata kelola yang transparan, Rusunami diproyeksikan menjadi pilar solusi jangka panjang dalam menata permukiman Surabaya yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.












