Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Nasib puluhan siswa TK Dharma Wanita Persatuan (DWP) Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo, sempat terkatung-katung setelah ruang kelas mereka mendadak dikosongkan. Hal itu dikarenakan adanya proyek rehabilitasi kantor desa.
Dampaknya, selama 17 hari sejak 17 Agustus 2026, para murid terpaksa mengungsi dan menumpang belajar di gedung TPQ dengan fasilitas seadanya.
Jeritan hati para guru yang tak tahan melihat kondisi muridnya ini mendadak meledak dan viral di platform TikTok pada Sabtu (5/9/2026). Sehingga menyentil perhatian publik dan mendesak para pemangku kebijakan turun tangan mencari solusi.
Di sisi lain, penanganan keluhan dari Pemerintah Desa Popoh yang sebelumnya belum optimal sempat memicu kesalahpahaman. Alhasil kian ramai diperbincangkan di media sosial.
Menanggapi gejolak tersebut, jajaran Komisi D DPRD Sidoarjo menggelar inspeksi mendadak (sidak) sekaligus mediasi pada Senin (7/9/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Pemdes Popoh ini menghadirkan pihak sekolah, pemerintah desa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo, serta warga setempat untuk meluruskan miskomunikasi dan merumuskan solusi darurat.
Ditemui selepas sidak, Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori, menegaskan pentingnya menjaga keberlangsung fasilitas pendidikan di tengah pelaksanaan pembangunan desa.
“Mediasi kemarin dilakukan untuk meluruskan miskomunikasi yang ada sekaligus mencari jalan keluar darurat, termasuk pengajuan dukungan anggaran lewat BK Desa agar kegiatan sekolah bisa segera tertata kembali,” ujar Dhamroni, Selasa (8/9/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Popoh, Sugini, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas kendala komunikasi selama proses transisi pembangunan berlangsung.
“Kami menyadari adanya keterbatasan dalam merespons cepat keluhan pihak sekolah saat transisi pembangunan, dan ke depan kami berkomitmen penuh untuk memperbaiki koordinasi agar pelayanan fasilitas pendidikan warga dapat berjalan lebih baik,” ungkap Sugini.
Sedangkan Kepala Sekolah TK DWP Desa Popoh, Sumarliyah, mengapresiasi langkah cepat legislatif dan instansi terkait yang turun tangan secara langsung.
“Kami berterima kasih kepada dewan dan dinas yang sudah hadir langsung mendengarkan kendala kami di lapangan selama proses kepindahan ini,” ungkap Sumarliyah.












