Dalam Negeri

Akses Pertanian Makin Lancar, Jembatan Garuda Jadi Angin Segar Bagi Ribuan Warga Desa Bareng

Penulis: Iskandar ZulkarnaenEditor: Alif Bintang
×

Akses Pertanian Makin Lancar, Jembatan Garuda Jadi Angin Segar Bagi Ribuan Warga Desa Bareng

Sebarkan artikel ini
Prajurit dari Korem 081/DSJ meninjau Jembatan Garuda di Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.
Example 468x60

Nganjuk, Jatimmandiri.id – Berdirinya Jembatan Garuda di Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, menjadi angin segar sekaligus penopang baru bagi perekonomian masyarakat setempat.

Infrastruktur penghubung yang dibangun oleh prajurit TNI AD ini hadir untuk mempermudah mobilitas warga, terutama para petani yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Sebelum jembatan didirikan, para petani dan masyarakat lokal kerap terhambat saat mengangkut hasil panen maupun mengurus lahan pertanian akibat terbatasnya sarana penyeberangan.

Melihat vitalnya fungsi jembatan tersebut, Kepala Desa Bareng, Ilham Nova Widyatmoko, meninjau langsung kondisi infrastruktur anyar ini bersama aparat kewilayahan, Selasa (8/9/2026).

Dalam peninjauannya, ia menegaskan bahwa mayoritas warga Desa Bareng sangat bergantung pada sarana transportasi yang aman menuju area persawahan.

“Warga di sini mayoritas mata pencahariannya sebagai petani. Jembatan ini menuju langsung ke lahan-lahan pertanian milik warga, sehingga aktivitas pertanian maupun dalam mengangkut hasil pertanian dapat dilakukan dengan lebih mudah,” kata Ilham di lokasi Jembatan Garuda.

Tak hanya itu, jajaran staf teritorial juga turun ke lapangan guna memetakan daya jangkau serta dampak sosial-ekonomi jembatan terhadap permukiman sekitar.

Peninjauan difokuskan pada pemetaan distribusi manfaat bagi warga Dusun Makuto dan dusun-dusun tetangga di wilayah Kecamatan Sawahan.

Kades Bareng merinci bahwa infrastruktur ini menyentuh ribuan penerima manfaat.

Dusun Makuto sendiri dihuni sekitar 800 KK, ditambah dusun tetangga sebanyak 800 KK, serta warga lintas desa yang rutin memanfaatkan rute tersebut sebagai jalur utama.

Sebelum Jembatan Garuda berdiri, warga terpaksa mengandalkan jembatan swadaya hasil gotong royong.

Sayangnya, struktur lama tersebut sudah lapuk, bergoyang saat dilintasi, dan tidak dilengkapi pagar pengaman sehingga sangat membahayakan keselamatan.

Pjs Kasiter Korem 081/DSJ Mayor Arm Timbul Mudjihartoyo menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda dirancang untuk menjawab keterbatasan akses sekaligus menggantikan sarana penyeberangan warga yang berisiko tinggi.

Baca Juga  Prabowo Tegaskan Tak Ada Ampun bagi Penyelewengan Program Makan Bergizi Gratis

“Seperti di Desa Bareng ini, Jembatan Garuda yang kita bangun menggantikan jembatan swadaya yang selama ini dibangun warga. Jembatan yang dulu itu sangat rawan untuk dilalui, karena kondisinya goyang-goyang dan tidak ada pembatas di kanan maupun kiri jembatan,” ujar Mayor Timbul.

Perwira Menengah TNI AD tersebut menegaskan bahwa keterbukaan akses transportasi baru ini tidak hanya menjamin keselamatan dan kelancaran lalu lintas, tetapi juga memicu pertumbuhan potensi ekonomi perdesaan secara signifikan di Kabupaten Nganjuk.

“Kalau aksesnya sudah semakin baik seperti sekarang ini, tentunya potensi-potensi akan semakin terbuka. Hal ini nantinya akan berdampak terhadap semakin meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” sebut dia.

Sebagai langkah keberlanjutan, elemen TNI AD bersama pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk bersama-sama merawat jembatan tersebut.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *