Malang, Jatim Mandiri
Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib mendorong perempuan memperkuat kemandirian ekonomi melalui UMKM dan koperasi berbasis digital. Upaya tersebut dinilai dapat memperluas pemasaran, meningkatkan daya saing usaha, dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di Karangploso, Minggu (20/9).
Lathifah menyampaikan hal itu saat membuka sekaligus menjadi narasumber Semiloka Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Usaha Mikro, Kecil dan Koperasi Berbasis Digital di Aula MA Al-Hidayah.
Kegiatan yang digelar Harakah Majelis Taklim (HMT) Jatim tersebut menjadi ruang penguatan kapasitas perempuan melalui pemanfaatan teknologi. Peserta mendapat wawasan mengenai pengembangan usaha, koperasi, pemasaran, dan peluang digital di tengah perubahan ekonomi.
Menurut Lathifah, pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya melalui peningkatan kapasitas di bidang keagamaan. Perempuan juga perlu mendapat ruang untuk mengembangkan potensi ekonomi agar semakin mandiri dan mampu berkontribusi bagi keluarga serta masyarakat.
Ia menilai perkembangan teknologi memberikan peluang luas bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing. Karena itu, pemanfaatan teknologi perlu disertai peningkatan kapasitas agar dapat memberikan manfaat nyata.
“HMT ini memang baru didirikan pada akhir 2019, tetapi kami (HMT) akan terus senantiasa memberikan ilmu keagamaan kepada masyarakat karena fungsi kita adalah melayani masyarakat, sehingga apa yang kita lakukan harus kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” terang Lathifah.
Menurutnya, semiloka tersebut menjadi bentuk kehadiran HMT dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya melalui penguatan kapasitas perempuan di bidang ekonomi. Sinergi dengan pemerintah, pesantren, dan masyarakat dinilai penting untuk memperluas manfaat program.
Lathifah berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada forum, tetapi diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Dengan penguatan keterampilan dan jejaring, perempuan diharapkan mampu mengembangkan usaha secara bertahap dan berkelanjutan.
Langkah itu sekaligus memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat. Lathifah juga mengapresiasi Pengasuh Ponpes Al-Hidayah yang menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan. Ia berharap pesantren tersebut terus berkembang dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat.
“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya karena telah bersedia menyediakan tempat. Mudah-mudahan pondok ini semakin berkembang, karena ini merupakan bagian dari warisan perjuangan Rasulullah,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut dihadiri Pembina HMT Jatim, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Malang, jajaran HMT, serta pengasuh Ponpes Al-Hidayah. Diskusi interaktif menjadi bagian dari kegiatan untuk membahas penguatan UMKM dan koperasi berbasis digital. (*/ibn)












