Lamongan, Jatimmandiri.id-Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Lamongan mulai mendorong digitalisasi pengelolaan administrasi dan pelaporan program kerja melalui aplikasi E-PKK.
Langkah tersebut ditandai dengan pelatihan pengelolaan aplikasi E-PKK bagi operator kecamatan serta desa/kelurahan se-Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lamongan itu digelar di Ruang Sasana Nayaka, Senin (14/9/2026).
Aplikasi E-PKK dirancang untuk memudahkan pencatatan program PKK secara real time. Sistem tersebut juga memungkinkan sinkronisasi pelaporan kegiatan dari tingkat desa/kelurahan hingga kabupaten dan provinsi.
Selain administrasi, E-PKK diharapkan membantu pemantauan berbagai data penting di lapangan, seperti kasus stunting, gizi buruk, hingga kondisi kesejahteraan masyarakat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Lamongan, Anis Kartika Yuhronur Efendi, mengatakan penggunaan E-PKK mulai diterapkan dalam pelaporan kegiatan PKK tahun ini.
Menurut Anis, digitalisasi diperlukan agar pengelolaan data dan pelaporan kegiatan dapat mengikuti perkembangan teknologi sekaligus mempercepat pemantauan kondisi di lapangan.
“Ini merupakan langkah maju bagi Tim Penggerak PKK Lamongan menuju tata kelola organisasi yang modern, profesional, dan berbasis data. Ke depan segala bentuk pelaporan tidak menggunakan kertas, tetapi menggunakan sistem online yang mudah diakses ulang. Maka dari itu, program ini kita laksanakan untuk mengikuti perkembangan zaman,” ujar Anis.
Ia berharap penerapan sistem digital tersebut dapat membuat berbagai kegiatan, capaian, maupun persoalan yang ditemukan di lapangan terpantau secara cepat, transparan, dan berkesinambungan.
Anis juga meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius, memahami materi yang diberikan, serta melakukan praktik secara langsung agar dapat segera diterapkan di wilayah masing-masing.
“Semoga melalui kegiatan ini PKK Lamongan dapat semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan semakin kuat perannya dalam mendukung pembangunan daerah,” imbuhnya.
Kepala Diskominfo Lamongan, Sugeng Widodo, selaku Ketua Penyelenggara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pengelolaan Aplikasi E-PKK, mengatakan kegiatan pelatihan berlangsung selama empat hari.
Pelatihan dimulai Senin (14/9) hingga Kamis (17/9/2026). Peserta mencapai sekitar 501 orang yang merupakan perwakilan operator dari kecamatan serta desa/kelurahan se-Kabupaten Lamongan.
Melalui pelatihan tersebut, para operator diharapkan memiliki kemampuan yang sama dalam mengoperasikan E-PKK sehingga proses pelaporan dapat berjalan lebih tertib, cepat, akurat, dan terintegrasi.
Digitalisasi administrasi PKK ini diharapkan tidak hanya mengurangi penggunaan dokumen berbasis kertas, tetapi juga memperkuat pengelolaan data sebagai dasar pemantauan dan evaluasi program pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Lamongan. (red/ono)












