Tak Berkategori

Bakorwil Perkuat Konektivitas Probolinggo dengan Pemprov Jatim

×

Bakorwil Perkuat Konektivitas Probolinggo dengan Pemprov Jatim

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menerima Kepala Bakorwil V Jember, Budi Raharjo, di Ruang Transit Kantor Probolinggo, Senin (3/8).
Example 468x60

Probolinggo, Jatim Mandiri — Pemkot Probolinggo dan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) V Jember memperkuat sinergi pembangunan kawasan melalui pengembangan konektivitas, pelabuhan, dan pariwisata Bromo dalam pertemuan di Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (3/8). Pertemuan itu menghasilkan komitmen awal untuk menindaklanjuti sejumlah kerja sama strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat daya saing wilayah timur Jawa.

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menerima kunjungan Kepala Bakorwil V Jember Budi Raharjo di Ruang Transit Kantor Wali Kota Probolinggo. Pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyelaraskan program pembangunan antara Pemprov Jatim dan Pemkot Probolinggo.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Budi mengatakan, Bakorwil mendapat mandat dari Gubernur Jatim untuk memperkuat konektivitas antardaerah, menyelaraskan program pembangunan, serta menjembatani koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah pusat.

“Kami membawa pesan Ibu Gubernur agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada wilayah masing-masing, tetapi mampu merekatkan antardaerah. Banyak isu yang harus dibangun bersama, mulai dari konektivitas wilayah, pengembangan pariwisata, hingga peningkatan produktivitas ekonomi. Bakorwil memang tidak memiliki kewenangan langsung, tetapi bertugas menghubungkan dan mengoordinasikan berbagai pihak agar pembangunan dapat berjalan lebih efektif,” ujar Budi.

Dalam pertemuan itu, Budi mengapresiasi capaian Kota Probolinggo yang dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang baik. Menurutnya, potensi itu perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas daerah. Terutama untuk mengembangkan kawasan Bromo sebagai destinasi wisata dunia.

“Bromo merupakan destinasi wisata kelas dunia. Karena itu perlu dibangun konektivitas dengan daerah-daerah sekitar, termasuk Kabupaten Probolinggo, Pasuruan hingga wilayah timur Jawa lainnya. Bagaimana wisatawan tidak hanya datang ke Bromo, tetapi juga menikmati destinasi lain, menggunakan transportasi publik yang terintegrasi, serta memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga  5 Negara Favorit Generasi Z 2025 untuk Kuliah di Luar Negeri, Dari Kanada hingga Korea Selatan

Selain sektor pariwisata, Bakorwil juga menyoroti pentingnya optimalisasi pelabuhan, penguatan konektivitas transportasi kereta api, peningkatan kualitas fasilitas publik, serta pengembangan layanan kesehatan rujukan untuk meningkatkan daya saing kawasan.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Probolinggo difokuskan pada tiga potensi utama, yakni sebagai kota pelabuhan, kota transit, dan penyangga pariwisata Bromo. Menurutnya, sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi kunci percepatan berbagai program strategis tersebut.

“Kami ingin Kota Probolinggo menjadi gerbang transit wisata dunia menuju Bromo melalui penguatan konektivitas kereta api, pelabuhan, terminal, hingga fasilitas publik yang terintegrasi. Di sisi lain, pengembangan pelabuhan, distribusi logistik, pemberdayaan UMKM dan digitalisasi pemerintahan terus kami dorong agar mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat,” ungkap dr. Aminuddin.

Ia menambahkan, pemerintah kota telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung visi tersebut, mulai dari menghadirkan layanan kereta komuter menuju Probolinggo, pengembangan kawasan pelabuhan, peningkatan kalender event daerah, pembangunan destinasi wisata baru, hingga penguatan sistem pemerintahan digital.

“Sinergi dengan Pemerintah Provinsi menjadi sangat penting karena masih terdapat sejumlah kewenangan yang membutuhkan dukungan lintas sektor. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis Probolinggo dapat terus meningkatkan kualitas pembangunan manusia, memperkuat daya saing ekonomi, sekaligus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan kawasan di wilayah timur Jawa,” pungkasnya. (yf/ibn)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *