InfrastrukturJatim

Dikritik Soal Sidak Proyek Pembangunan, Wabup Mimik: Tanggung Jawab Moral Kawal APBD

Penulis: Dicky DeaEditor: Alif Bintang
×

Dikritik Soal Sidak Proyek Pembangunan, Wabup Mimik: Tanggung Jawab Moral Kawal APBD

Sebarkan artikel ini
Wabup Mimik Idayana saat sidak proyek pembangunan Rumah Pompa Sidokare.
Example 468x60

Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj Mimik Idayana, angkat suara menyikapi kritik yang dilontarkan sebuah portal media online terkait kegiatan inspeksi mendadak (sidak) proyek pembangunan di wilayahnya.

Kritik tersebut menilai langkah pengawasan yang dilakukannya tidak memiliki dasar kontraktual serta tindak lanjut yang jelas.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menanggapi tuduhan tersebut, Wabup Mimik menegaskan bahwa dirinya tidak gentar.

Sebagai wakil kepala daerah, ia merasa memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk mengawasi langsung pelaksanaan pembangunan di lapangan, terlebih seluruh proyek fisik tersebut dibiayai murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang merupakan uang rakyat.

Sikap kritis dan langkah turun langsung ke lapangan, menurutnya, merupakan bentuk komitmen nyata untuk memastikan kualitas infrastruktur daerah tidak dikerjakan secara asal-asalan.

“Sebagai wakil kepala daerah, saya memiliki tanggung jawab moral yang melekat untuk mengawal setiap jengkal pembangunan di Sidoarjo. Proyek-proyek fisik itu dibiayai menggunakan uang rakyat dari APBD, jadi sudah sepatutnya diawasi secara ketat. Sikap kritis saat sidak bukan tanpa dasar, melainkan bentuk kepedulian kami agar kualitas bangunan sesuai spesifikasi dan tidak merugikan masyarakat,” tegas Mimik ditemui, Senin (5/10/2026).

Ia menambahkan, pengawasan langsung oleh unsur pimpinan daerah sangat vital untuk menjamin para kontraktor bekerja secara professional.

Juga untuk mengantisipasi potensi penyimpangan anggaran demi menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih.

Melalui penegasan ini, Pemkab Sidoarjo ingin menunjukkan komitmen kuat bahwa fungsi kontrol dan pengawasan lapangan terhadap pengerjaan proyek daerah akan terus dijalankan secara konsisten.

“Hal ini demi menjamin transparansi serta akuntabilitas penggunaan anggaran,” tandas Mimik.

Sebelumnya, Mimik melakukan sidak langsung ke lokasi pembangunan rumah pompa di Desa Sidokare, Kecamatan Sidoarjo, Senin (28/9).

Baca Juga  Semeru Masih Erupsi

Di lokasi proyek, Wabup tak dapat menyembunyikan rasa kecewanya setelah menemukan sejumlah pelanggaran fatal yang dilakukan pihak kontraktor pelaksana.

Selain mendapati jumlah buruh bangunan yang sangat minim hingga berisiko memicu keterlambatan target pengerjaan, Mimik juga menemukan penggunaan material fisik bangunan yang diduga di bawah spesifikasi teknis yang telah ditentukan.

Kondisi tersebut dinilai sangat mengkhawatirkan.

Sebab, keberadaan rumah pompa memiliki fungsi vital untuk menahan debit air tinggi sekaligus memitigasi bencana banjir di area pemukiman warga menjelang tibanya musim hujan.

Mimik lantas melayangkan teguran dan peringatan keras di hadapan perwakilan pengawas proyek.

“Saya sangat kecewa melihat kondisi di lapangan. Ini proyek vital untuk menyelamatkan warga Sidokare dari banjir, tapi pengerjaannya terkesan asal-asalan. Pekerjanya sangat sedikit, dan material beton yang digunakan jelas tidak sesuai spesifikasi teknis. Saya tidak mau tahu, saya berikan peringatan keras dan deadline tegas kepada kontraktor untuk membongkar bagian yang tidak sesuai spek tersebut dan menggantinya dengan material yang benar. Kita tidak boleh main-main dengan keselamatan dan kenyamanan warga Sidoarjo,” tegas Mimik saat itu.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *