Pasuruan, Jawa Timur
Warga Dusun Purwodadi, Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, mengeluhkan dugaan dampak limbah PT Etika Dairies Indonesia terhadap lingkungan dan kualitas air sumur. Warga menduga aliran limbah masuk ke saluran sungai sekitar persawahan dan meminta perusahaan memenuhi sejumlah tuntutan, termasuk penyediaan air bagi rumah terdampak.
Ketua RT setempat, Suryo Rinto, mengatakan aliran yang diduga berasal dari perusahaan mengarah ke saluran sungai di sekitar area persawahan warga. Ia menyoroti keberadaan pipa yang menurutnya memiliki percabangan sehingga aliran diduga tetap menuju sungai.
“Misalkan distop jalannya limbah, limbah tersebut tetap mengalir ke sungai, karena ada percabangan pipanya. Sehingga limbah tetap mengalir,” ujar Rinto, Selasa (18/8). Ketua RW setempat, Subhan, mengatakan keluhan warga telah berlangsung dan berkaitan dengan bau serta perubahan kondisi air sumur.
“Ya jelas warga geram Mas. Baunya kecut, hingga sumur warga juga tak bisa dibuat konsumsi,” katanya. Ketua Pemuda Dusun Purwodadi, Budi, menyebut sekitar 25 rumah diduga terdampak. Warga, menurut dia, harus membeli air karena air sumur tidak dapat digunakan.
“Kami bersama warga memperjuangkan penyelesaian dampak perusahaan. Saat ini, sekitar 25 rumah di Dusun Purwodadi terdampak, karena air sumurnya tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Budi.
Menurut Budi, mediasi dengan pihak perusahaan telah dilakukan beberapa kali, tetapi belum menghasilkan penyelesaian. “Mediasi sudah bolak-balik, tetapi selalu gagal,” tegasnya.
Warga kemudian mengajukan lima tuntutan, yakni penyediaan sumur bor, pipanisasi, pengurasan sumur terdampak, pembersihan sungai setiap enam bulan, serta perekrutan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Etika Dairies Indonesia belum memberikan keterangan. Sejumlah upaya terus dilakukan untuk mendapatkan keterangan perusahaan. (dul/ibn)












