Intisari Berita:
-
Kebakaran kawasan Gunung Bromo yang berlangsung selama delapan hari mendorong Pemprov Jatim menambah armada helikopter water bombing guna mempercepat pemadaman.
-
Kadisbudpar Jatim Evy Afianasari menyoroti pentingnya penguatan penanganan awal bencana dan menyiapkan evaluasi ketat terkait larangan membawa rokok ke wisata alam.
-
Seluruh akses pariwisata Bromo ditutup total demi keselamatan wisatawan, sementara perhitungan dampak kerugian ekonomi industri pariwisata masih dalam proses pengkajian.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selama delapan hari terakhir menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
Guna mempercepat proses pemadaman titik api yang meluas akibat hempasan angin kencang, Pemprov Jatim resmi menambah satu armada helikopter water bombing.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Evy Afianasari, menegaskan bahwa insiden kebakaran di kawasan Bromo menjadi catatan evaluasi mendasar, khususnya mengenai respons penanganan pada tahap awal bencana.
“Yang jelas kalau Bromo harusnya yang perlu kita waspadai dan kita tingkatkan adalah penanganan awal. Jadi ini sudah merupakan catatan, bahwa jika penanganan awal tidak terlambat mungkin tidak meluas,” tegas Evy di Surabaya, Selasa (11/8/2026).
Evy menjelaskan bahwa kondisi angin kencang di kawasan Bromo sangat memicu percepatan sebaran api dan menyulitkan petugas di lapangan.
Saat ini, Pemprov Jatim bersama pihak pengelola kawasan masih menghitung dampak materiil kerugian yang menimpa industri pariwisata setempat.
“Memang pastinya ada kerugian dari industri pariwisata. Untuk perhitungannya berapa, kami masih dalam tahap perhitungan karena pihak TNBTS pun masih belum mau klarifikasi atau konfirmasi terkait hal itu,” ujarnnya.
Akses Wisata Ditutup Total, Disbudpar Wacanakan Larangan Rokok di Wisata Alam
Guna mengantisipasi risiko keselamatan para pengunjung, Pemprov Jatim mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk menghindari kawasan Gunung Bromo.
Seluruh pintu masuk dan akses destinasi pariwisata di area konservasi tersebut saat ini resmi ditutup total hingga situasi dipastikan aman.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Disbudpar Jatim tengah merancang regulasi mitigasi bencana yang lebih ketat bagi destinasi pariwisata berbasis alam yang rawan terbakar.
Salah satu poin utamanya adalah pengetatan larangan membawa bahan pemicu api, termasuk rokok konvensional maupun rokok elektronik (vape).
“Ke depan kami akan memberlakukan hal-hal seperti itu, khususnya di wisata-wisata alam yang kecenderungan bisa menyebabkan kebakaran seperti ini,” pungkas Evy.
Pangkas Rute Pemadaman, Helikopter Digeser ke Ranu Pani dan Pemadam Darat Dikerahkan
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Adhy Karyono, membeberkan bahwa penambahan armada pemadaman udara terus digenjot usai evaluasi pantauan udara mengindikasikan masih adanya potensi kepulan asap dan titik api.
“Yang tadinya dari BNPB ada dua pesawat, satu Super Puma dan satu helikopter Airbus, kemudian Pemerintah Provinsi menambahkan dengan menyewa satu helikopter Airbus,” jelas Adhy saat ditemui di Gedung DPRD Jatim, Senin (10/8/2026).
Untuk meningkatkan efisiensi waktu, dua unit helikopter jenis Airbus yang sebelumnya bermarkas di Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh Malang, kini dipindahkan posisinya langsung ke kawasan Ranu Pani. Langkah penempatan ini bertujuan memangkas durasi pengisian bahan bakar serta mengoptimalkan frekuensi pembasahan dari udara.
“Sehingga ini akan mempercepat dan meningkatkan frekuensi water bombing itu. Yang tadinya harus ke Abdulrachman Saleh, ketika ada cuaca kurang bagus tidak bisa terbang, sekarang tidak ada kendala itu,” papar Adhy.
Operasi pemadaman jalur udara tersebut dikombinasikan secara paralel dengan pengerahan armada pemadam kebakaran jalur darat dari berbagai daerah sekitar, termasuk gabungan personel dari Kota Surabaya, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan.
“Untuk water bombing, walaupun tidak ada api pun, kita lakukan pembasahan supaya tidak terjadi lagi pemicu kebakaran,” tegas Sekdaprov Jatim tersebut.












