Jakarta, Jatim Mandiri
PP PBSI mengembangkan Pelatnas Cipayung menjadi akademi bulu tangkis untuk memperkuat peran pembinaan atlet. Pengembangan mencakup latihan, sport science, evaluasi teknis, kesehatan, fisik, dan psikologis atlet.
Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran mengatakan, Cipayung tidak hanya diarahkan sebagai tempat latihan, tetapi pusat pembinaan dengan dukungan menyeluruh bagi atlet. “Saya kira Cipayung ini bukan hanya tempat berlatih, tetapi menjadi akademi badminton. Saya sudah menyampaikan beberapa program bahwa anak-anak di sini harus didukung dengan semua hal untuk menuju puncak prestasi tertinggi,” kata Fadil di Jakarta, Rabu (7/10).
Menurutnya, pengembangan Cipayung perlu memperkuat berbagai aspek pendukung, termasuk penerapan sport science yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. “Sport science bukan hanya slogan, tetapi betul-betul kita kerjakan. Dan semuanya terukur dan jelas, mulai dari kemampuan fisik, kondisi kesehatan, hingga kondisi psikologis,” ujarnya.
Evaluasi teknis juga dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan oleh bidang pembinaan dan prestasi bersama tim kepelatihan. Fadil menilai raihan Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi indikasi proses pembinaan dan regenerasi mulai menunjukkan hasil. Indonesia meraih dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.
Namun, capaian tersebut tidak boleh membuat atlet dan pengurus cepat puas karena pembinaan masih membutuhkan evaluasi serta perbaikan. “Regenerasi, keberlanjutan kompetisi, dan keberlanjutan pembinaan. Saya kira itu kata kuncinya. Di bawahnya banyak pilar yang mendukung itu,” kata Fadil. (ant/ibn)












