Surabaya, JatimMandiri.id – Atmosfer sportivitas dan semangat membara generasi muda membakar rumput Lapangan SIER Rungkut pada Jumat, 15 Mei 2026.
Di balik riuh rendah dukungan penonton, gelaran Surabaya Junior Football Cup 2026 resmi bergulir secara meriah, menandai sebuah panggung krusial bagi pengembangan karakter pesepakbola muda tanah air.
Turnamen bergengsi antar-pelajar tingkat junior ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor II Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Supangat PhD.
Langkah ini menjadi manifestasi konkret dari komitmen berkelanjutan Kampus Merah Putih dalam menjaring talenta muda, sekaligus mempersiapkan bibit-bibit unggul berwawasan global yang siap bersaing di kancah internasional.
“Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya, kompetisi ini dirancang bukan sekadar sebagai arena adu bakat di lapangan hijau. Lebih dari itu, event ini menjadi simbol sinergi kuat antara dunia pendidikan formal dan olahraga dalam membangun fondasi karakter generasi penerus,” ujar Supangat dihubungi, Sabtu, 16 Mei 2026.
Keterlibatan aktif Untag Surabaya dalam turnamen ini mempertegas paradigma baru di dunia pendidikan tinggi, di mana prestasi akademik harus berjalan beriringan dengan penguatan soft skill.
Supangat pun menekankan pentingnya esensi kompetisi dalam membentuk mentalitas pemuda.
“Kompetisi seperti ini sangat penting untuk membangun karakter generasi muda yang disiplin, sportif, tangguh, dan mampu bekerja sama. Nilai-nilai tersebut adalah pilar utama di Untag Surabaya dalam melahirkan generasi yang adaptif dan berdaya saing,” tegasnya.
Sebagai institusi yang mengakar pada nilai-nilai kebangsaan, Untag Surabaya terus memposisikan diri melampaui sekat-sekat ruang kelas.
Kampus ini bertransformasi menjadi laboratorium hidup bagi pembentukan kepemimpinan, kreativitas, serta integritas moral mahasiswa.
Melalui pendampingan sejak dini, Untag Surabaya berkomitmen memastikan para pelajar memiliki kesiapan mental dan kompetensi dalam menghadapi dinamika global yang kian kompetitif.
Selain menanamkan nilai nasionalisme, kehadiran Untag Surabaya dalam ruang-ruang publik seperti ini bertujuan untuk membuka lebar keran kolaborasi bagi generasi muda. Baik di sektor akademik maupun nonakademik seperti seni dan olahraga.
“Kampus Merah Putih siap mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki mentalitas juara,” tuntasnya.
Puncak kemeriahan turnamen ditandai dengan prosesi penyerahan hadiah kepada para pemenang. Tepuk tangan bergemuruh saat Club Farfaza asal Surabaya sukses mengangkat trofi utama.
Keberhasilan mereka menjadi simbol dari buah kerja keras dan konsistensi nyata, dua nilai fundamental yang juga dijunjung tinggi dalam ekosistem budaya akademik di Untag Surabaya.
Melalui kesuksesan pengawalan agenda kepemudaan ini, Untag Surabaya kembali membuktikan perannya sebagai motor penggerak utama dalam pembangunan dan peningkatan kualitas SDM di Kota Pahlawan. (bin)












