Intisari Berita:
Anggota DPRD Jatim M. Hadi Setiawan (Cak Hadi) jaring aspirasi reses di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.
Masyarakat mengusulkan penataan lapangan desa, pembangunan jogging track, pembebasan lahan HGU jalan penghubung, perbaikan jembatan, hingga PJU.
Petani setempat mengeluhkan stabilitas harga tebu yang minim untung serta keterbatasan kuota pupuk bersubsidi.
Kediri, Jatimmandiri.id — Beragam aspirasi strategis mengemuka dalam agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Setiawan, S.E., di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Selasa (28/7/2026).
Mulai dari kendala aksesibilitas jalan antarwilayah, kondisi jembatan, penerangan jalan umum (PJU), hingga isu perberdayaan ekonomi dan sektor pertanian menjadi sorotan utama warga Daerah Pemilihan (Dapil) VIII Kabupaten/Kota Kediri tersebut.
Kepala Desa Pandantoyo, Dina Istanti, mengapresiasi berbagai bantuan program yang telah direalisasikan sebelumnya—seperti jaringan Himpunan Penduduk Pemakai Air (HIPPA) dan traktor pertanian.
Kendati demikian, pihak desa masih membutuhkan dukungan Pemprov Jatim untuk penataan kawasan lapangan desa dan pembangunan jogging track yang terintegrasi dengan kantor desa serta BUMDes.
“Kami mengucapkan terima kasih atas berbagai bantuan yang telah diberikan. Namun masih ada beberapa kebutuhan yang menjadi harapan masyarakat, termasuk penataan kawasan lapangan dan pembangunan jogging track agar bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Kades Dina Istanti.
Kendala Lahan HGU, Jembatan Rusak, dan Pupuk Bersubsidi
Dalam sesi dialog, perwakilan warga Desa Pandantoyo menguraikan beberapa persoalan teknis di lapangan:
Beberapa catatan penting aspirasi warga:
-
Aksesibilitas Dusun Terisolir: Dusun Gogorejo terpisah dari wilayah utama desa. Rencana pembangunan jalan penghubung Gondanglegi–Gogorejo masih terganjal status lahan Hak Guna Usaha (HGU).
-
Kondisi Jembatan Tua & PJU: Jembatan penghubung Gondanglegi–Gogorejo yang dibangun sejak 1992 mengalami keretakan/kerusakan. Selain itu, fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) sangat minim dan masih mengandalkan swadaya warga.
-
Keluhan Sektor Pertanian: Rasiman (petani lokal) menyoroti harga tebu yang dinilai belum memberikan keuntungan proporsional di tengah naiknya biaya produksi serta keterbatasan kuota alokasi pupuk bersubsidi.
Cak Hadi Siap Kawal Aspirasi Lewat Pokir dan Sinergi Kementerian
Menanggapi rentetan keluhan warga Pandantoyo, legislator yang akrab disapa Cak Hadi menegaskan bahwa hasil serapan reses ini akan diformulasikan ke dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jatim serta ditindaklanjuti sesuai kewenangan tingkat pemerintahan.
“Tujuan reses ini adalah mendengar dan melihat secara langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kalau memang ada kebutuhan yang bisa kami bantu, kami akan berusaha mencari solusi terbaik. Aspirasi masyarakat ini akan kami kawal melalui pemerintah provinsi maupun kementerian sesuai kewenangannya,” tegas Cak Hadi.
Turut hadir mendampingi dalam kegiatan reses tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Kediri, Wiyono, guna memperkuat sinergi pengawalan usulan antara APBD Kabupaten Kediri dan APBD Provinsi Jawa Timur.












