Jogja

Bupati Sleman Minta Lima Lurah Hasil PAW Berdayakan Warga

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

Bupati Sleman Minta Lima Lurah Hasil PAW Berdayakan Warga

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sleman, Jatim Mandiri – Bupati Sleman Harda Kiswaya meminta lima lurah terpilih hasil Pemilihan Lurah Antar-Waktu Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Tahun 2026 menyelenggarakan pemerintahan, melaksanakan pembangunan, serta memberdayakan warga secara optimal di wilayah masing-masing.

Para lurah terpilih yang resmi dilantik tersebut mengemban tugas dan amanah di lima kalurahan yang berbeda, yaitu Kalurahan Caturtunggal, Kalurahan Sendangadi, Kalurahan Candibinangun, Kalurahan Maguwoharjo, serta Kalurahan Trihanggo. Kehadiran para pemimpin baru ini diharapkan mampu membawa angin segar bagi kemajuan di tingkat kalurahan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Harda Kiswaya di Sleman, Kamis, menyampaikan secara langsung bahwa proses pelantikan ini merupakan sebuah awal tanggung jawab yang besar dalam memberikan pelayanan terbaik, menyelenggarakan tata kelola pemerintahan, melaksanakan berbagai program pembangunan, serta memberdayakan warganya secara berkelanjutan.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya makna di balik kegiatan pelantikan bagi para pejabat yang baru saja mengemban jabatan tersebut di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Pelantikan hari ini bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik,” kata Harda.

Selain itu, Harda juga mengingatkan kepada seluruh lurah terpilih beserta segenap warga bahwa tahapan proses pemilihan telah selesai sepenuhnya. Oleh karena itu, menjaga kerukunan serta menghentikan segala bentuk pengelompokan dukungan pasca-pemilihan menjadi hal yang sangat krusial.

Ia menegaskan bahwa setelah proses demokrasi tersebut berakhir, segala perbedaan pilihan di tengah masyarakat juga harus ikut usai tanpa meninggalkan perpecahan.

“Setelah proses pemilihan berakhir, maka berakhir pula perbedaan pilihan. Tidak ada lagi kelompok yang memilih dan kelompok yang tidak memilih. Saudara adalah lurah bagi seluruh masyarakat kalurahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Sleman mengajak para lurah yang baru dilantik tersebut untuk senantiasa memegang teguh prinsip kearifan lokal manjing ajur ajer. Prinsip ini bermakna kemampuan untuk menyatu dengan masyarakat secara utuh, aktif hadir di tengah-tengah warga, serta mendengarkan dan memahami berbagai kebutuhan masyarakat secara langsung di lapangan.

Baca Juga  Bea Cukai Yogyakarta Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp910 Juta, Cegah Kerugian Negara

Sebagai seorang pemimpin di tingkat lokal, para lurah diminta untuk tidak hanya berdiam diri di dalam ruang kerja tertutup.

“Pemimpin itu di depan. Jangan menjadi pemimpin yang hanya hadir di ruang kantor, tetapi jadilah pemimpin yang hadir ketika masyarakat membutuhkan,” tegas Harda.

Melalui berbagai pengalaman yang telah dimiliki oleh para lurah baru ini, Pemerintah Kabupaten Sleman menaruh harapan besar agar roda pemerintahan serta kualitas pelayanan publik di tingkat kalurahan dapat berjalan semakin optimal.

Langkah ini juga diyakini mampu memperkuat sinergi yang harmonis antara jajaran pemerintah daerah, pemerintah kalurahan, dan seluruh elemen masyarakat setempat dalam membangun daerah.

Sebelumnya, kelima lurah tersebut telah melalui proses seleksi yang panjang dan terpilih secara sah melalui mekanisme Musyawarah Kalurahan Pemilihan Lurah Antar-Waktu yang diselenggarakan secara serentak pada tanggal 27 September 2026 yang lalu.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *