Intisari Berita:
- DPRD Jatim menggelar Jawa Timur Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di Jalan Indrapura, Surabaya, Rabu (7/10/2026) malam, terbuka untuk umum.
- Acara religi ini menjadi pembuka konsep “Harja Five Vibes” menyongsong Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur lewat lima agenda bernuansa keagamaan, kenegaraan, budaya, hingga sejarah.
- Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf dan Sekwan Moh Ali Kuncoro menegaskan peringatan tetap dikemas semarak, bersahaja, serta melibatkan UMKM dan masyarakat di tengah efisiensi anggaran.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Halaman Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur di Jalan Indrapura, Surabaya, dipastikan dipadati lautan jemaah pada Rabu (7/10/2026) malam mulai pukul 19.00 WIB. Majelis akbar bertajuk “Jawa Timur Bersholawat” yang menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf digelar secara terbuka untuk masyarakat luas sebagai penanda resmi dimulainya rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Perhelatan keagamaan perdana di halaman parlemen ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan pembuka dari payung program bertajuk “Harja Five Vibes” yang digagas Sekretariat DPRD Jatim. Program terpadu ini memadukan lima agenda dengan corak berbeda: sentuhan religi, protokoler kenegaraan, pelestarian seni tradisi budaya, hingga napak tilas sejarah perjuangan daerah.
Ruang Kebersamaan Warga di Tengah Efisiensi Anggaran
Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf menegaskan bahwa Hari Jadi Provinsi Jawa Timur merupakan momentum milik seluruh lapisan warga, bukan hajatan eksklusif milik birokrasi maupun jajaran legislatif semata.
“Hari Jadi Jawa Timur ini bukan hanya milik pemerintah atau DPRD, tetapi milik seluruh masyarakat Jawa Timur. Karena itu, kita ingin rangkaiannya bisa menjadi ruang kebersamaan, ruang doa, sekaligus ruang untuk merawat budaya dan mengingat sejarah Jawa Timur,” tegas Musyafak Rouf, Rabu (7/10/2026).
Politisi kawakan tersebut menekankan bahwa kebijakan pengetatan dan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah tidak boleh mereduksi esensi perayaan. Prinsip kesederhanaan justru menjadi pemantik untuk menghadirkan kegiatan yang lebih merakyat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk hadir, bersholawat dan berdoa bersama. Semoga di usia ke-81 ini Jawa Timur semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, dan seluruh ikhtiar pembangunan mendapatkan keberkahan. Kita ingin semarak, tetapi tetap bersahaja. Yang paling penting bukan kemewahannya, melainkan makna, kebersamaan dan bagaimana masyarakat bisa ikut merasakan Hari Jadi Jawa Timur,” tambahnya.
Makna Angka 81 dan Pesan Keteduhan dari Indrapura
Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur, Moh Ali Kuncoro, menjelaskan bahwa Jawa Timur Bersholawat menjadi ikhtiar spiritual untuk menebar kesejukan dan energi positif bagi stabilitas daerah di usia yang ke-81 tahun.
“Ini kegiatan kali pertama dilaksanakan di Gedung DPRD Jalan Indrapura. Kita tentu mengundang seluruh masyarakat Jawa Timur agar turut hadir, memeriahkan dan bersama-sama bersholawat untuk menebar energi yang teduh untuk Jawa Timur ke depan di usia 81 ini,” tutur Ali Kuncoro.
Mantan Pj Wali Kota Mojokerto ini juga memaparkan filosofi mendalam di balik usia 81 tahun Jawa Timur pada tahun 2026.
“Delapan itu angka infinity, satu menunjukkan Jawa Timur di tahun 2026 dan seterusnya akan menjadi barometer dan lokomotif provinsi secara nasional,” ujarnya.
Selain ribuan jemaah dan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, majelis ini turut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta pimpinan dan anggota DPRD Jawa Timur.
Membedah Rangkaian “Harja Five Vibes”
Guna memberikan pengalaman perayaan yang variatif, Sekretariat DPRD Jatim membagi rangkaian perayaan ke dalam lima agenda tematik:
1. Jawa Timur Bersholawat (7 Oktober 2026)
Majelis doa dan sholawat akbar bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf di pelataran Gedung DPRD Jatim, membuka seluruh gerbang rangkaian acara dengan nuansa religius.
2. Rapat Paripurna Istimewa & War Tiket Warga (12 Oktober 2026)
Digelar pukul 14.00 WIB usai upacara peringatan HUT di Gedung Negara Grahadi. Dari total 500 undangan yang disiapkan, panitia membuka kuota khusus bagi 50 warga umum melalui sistem pendaftaran terbuka di kanal resmi.
“Untuk masyarakat umum nanti akan ada pembatasan. Kita akan share melalui kanal resmi, ada 50 orang yang beruntung, siapa cepat dia dapat, semacam war tiket untuk mengikuti kegiatan rapat paripurna istimewa,” urai Ali.
Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman terkonfirmasi hadir memberikan paparan pokok dalam sidang paripurna tersebut. Menariknya, seluruh sajian konsumsi makan siang akan memberdayakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
3. Pagelaran Wayang Kulit Tradisional
Bertempat di halaman Gedung DPRD Jatim, kesenian wayang kulit akan digelar sebagai sarana pelestarian warisan budaya adiluhung, dengan detail lakon dan dalang yang segera diumumkan secara berkala.
4. Haul Gubernur Pertama RMTA Soerjo di Magetan
Ziarah dan doa bersama mengenang kepeloporan Raden Mas Tumenggung Ario (RMTA) Soerjo yang dipusatkan di Kabupaten Magetan, guna mengakar kembali nilai heroisme perintis Jawa Timur.
5. Pengajian Akbar Pamungkas Bersama KH Anwar Zahid (30 November 2026)
Sebagai puncak penutup yang beririsan dengan momentum Hari Pahlawan, DPRD Jatim menghadirkan penceramah kondang asal Bojonegoro, KH Anwar Zahid, untuk memberikan tausiyah reflektif bagi masyarakat luas.
Pelibatan Sektor UMKM dan Masyarakat Bawah
Menutup keterangannya, Ali Kuncoro menegaskan bahwa seluruh konsep Harja Five Vibes bermuara pada penguatan partisipasi publik dan perputaran ekonomi sektor riil di tengah restrukturisasi anggaran daerah.
“Mohon doanya kepada seluruh masyarakat Jawa Timur supaya seluruh rangkaian kegiatan hari jadi bisa berlangsung dengan baik, semarak meskipun dalam suasana efisiensi, bersahaja tapi penuh dengan makna dan keceriaan dan pelibatan dari masyarakat kecil,” pungkasnya.












