Ekbis

BI Jatim Perkuat Ekonomi UMKM dan Pesantren

×

BI Jatim Perkuat Ekonomi UMKM dan Pesantren

Sebarkan artikel ini
Jelajah Ekonomi Berdaya: Merangkai Kemandirian, Inovasi, dan Keberlanjutan dari Ekosistem Lokal.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur resmi memulai program Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren Jawa Timur 2026 sebagai upaya memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Program yang memasuki tahun ketiga ini difokuskan untuk mendorong kemandirian ekonomi melalui penguatan sektor UMKM, pondok pesantren, koperasi, klaster pangan, dan desa wisata.

Peluncuran program ditandai dengan kegiatan Kick Off di Surabaya, Kamis (30/07), mengusung tema “Jelajah Ekonomi Berdaya: Merangkai Kemandirian, Inovasi, dan Keberlanjutan dari Ekosistem Lokal.” Tema tersebut mencerminkan komitmen BI Jatim dalam membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung dari tingkat desa hingga pasar yang lebih luas.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim, R. Heru Wahono Santoso, mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang dinilai konsisten memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat akar rumput.

“Program ini merupakan ekosistem ekonomi yang mampu menghubungkan petani, UMKM, koperasi, industri, dan pondok pesantren dengan pasar yang lebih luas. Desa harus terintegrasi dengan sektor pariwisata, perdagangan, dan industri sehingga tercipta rantai nilai yang saling menguatkan,” kata Heru.

Tren Positif Makroekonomi Jatim dan Peran Strategis Pesantren

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jatim memaparkan indikator makroekonomi Jawa Timur yang sukses mencatatkan tren positif sepanjang tahun lalu. Pada tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mampu bertengger di angka 4,93 persen, didorong oleh konsumsi rumah tangga, industri pengolahan, kinerja ekspor, dan pertanian.

Sinergi kuat antara Pemprov Jatim dan Bank Indonesia juga berhasil meredam laju inflasi tetap terkendali di kisaran 2,9 persen guna menjaga daya beli masyarakat. Sektor pondok pesantren pun kini dinilai tidak lagi sekadar menjadi lembaga pendidikan agama, melainkan motor penggerak ekonomi syariah yang mandiri melalui unit usaha produktif dan koperasi (kopontren).

Baca Juga  Revolusi Layanan Lelang, POJOK WANI KPKNL Surabaya Pangkas Birokrasi dan Percepat Pelayanan

Pilar pengembangan dari Bank Indonesia Jatim. Konsistensi Usaha: Mendorong pelaku UMKM dan ekosistem pesantren untuk tekun melewati proses panjang guna membangun ketahanan usaha berbasis potensi lokal. Inovasi Berkelanjutan: Memacu digitalisasi transaksi, pengembangan komoditas unggulan daerah, serta implementasi pertanian organik agar responsif terhadap dinamika pasar global. Kolaborasi Multi-Pihak (Pentahelix): Membangun integrasi ekosistem usaha yang sehat melibatkan pemerintah, Bank Indonesia, sektor perbankan, akademisi, media massa, hingga dunia usaha.

Replikasi Kisah Sukses ke Berbagai Daerah

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan Jelajah UMKM dan Pondok Pesantren 2026 menjadi wadah pembelajaran bersama untuk mempercepat pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Melalui program ini, berbagai praktik terbaik (best practise) dari pelaku UMKM, desa wisata, dan pondok pesantren yang telah berhasil akan dipelajari dan direplikasi di daerah lain agar mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini kita ingin menghadirkan ruang belajar bersama. Kita akan menyaksikan berbagai success story, berbagi pengalaman, sekaligus melihat bagaimana keberhasilan pengembangan UMKM, desa wisata, hingga pesantren produktif di suatu daerah, seperti di Mojokerto dan Banyuwangi, dapat direplikasi di daerah lainnya,” pungkas Ibrahim.

Menurutnya, kolaborasi yang terus diperkuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha yang tangguh, mandiri secara finansial, serta memiliki daya saing untuk menembus pasar nasional hingga internasional

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *