Metropolitan

BEM Nusantara Jatim Gelar Aksi di Grahadi, Soroti Kepemimpinan Prabowo-Gibran

×

BEM Nusantara Jatim Gelar Aksi di Grahadi, Soroti Kepemimpinan Prabowo-Gibran

Sebarkan artikel ini
Aksi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Jawa Timur di depan Gedung Negara Grahadi.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (Bemnus) Jawa Timur menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Senin, 22 Juni 2026.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan kritik tajam terhadap jalannya pemerintah pusat. Mereka menuntut penurunan jabatan Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Rehan mewakili massa aksi, dalam orasinya menyampaikan bahwa kondisi demokrasi Indonesia saat ini tengah dijajah oleh bangkitnya kekuatan elit dan politik kedinastian. Hal ini mengingatkan mereka pada peristiwa kelam menjelang reformasi 1998.

​”Per hari ini marak sekali isu-isu yang berkaitan dengan dinasti. Kita seperti kembali dijajah. Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka lahir dari sebuah rezim dinasti,” tutur Rehan dalam orasinya.

​Massa menyoroti manipulasi hukum melalui perubahan undang-undang pada pertengahan 2023.

Juga terkait batas usia capres-cawapres dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90, yang melibatkan keterlibatan paman dari Wapres Gibran yakni, Anwar Usman demi memuluskan panggung Pilpres.

​Selain persoalan dinasti, program unggulan pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) serta janji penyediaan 19 juta lapangan pekerjaan tidak luput dari kritik pedas.

Mahasiswa mengklaim program tersebut gagal dalam implementasinya dan hanya menjadi fatamorgana.

Terlebih, setelah adanya dugaan kasus korupsi yang menyeret mantan kepala Badan Gizi Nasional beberapa bulan lalu.

​”Program Makan Bergizi Gratis ini kenyataannya implementasinya sangat gagal. Janji-janji politik hanyalah formalitas yang diuntungkan hanya elit-elit global, bukan rakyat miskin,” lanjut Rehan.

​Sementara itu, Andre, orator lain dari BEM Nusantara Jatim ikut membakar semangat massa dengan menyatakan bahwa aksi berpanas-panasan ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa sebagai representasi suara rakyat kecil yang selama ini dikesampingkan oleh pemerintah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Baca Juga  AHY Ajak Rusia Perkuat Kerja Sama Infrastruktur Tahan Iklim, Giant Sea Wall Jadi Prioritas Indonesia

​”Negara kita sudah berada di ambang kehancuran. Ketika kawan-kawan memilih untuk diam, maka dapat dipastikan negara kita sebentar lagi akan hancur. Kami mengecam keras tindakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat,” tegas Andre.

Di akhir unjuk rasa, massa aksi secara serentak mengangkat tangan kiri.

Hal ini sebagai simbol bahwa mahasiswa tidak akan tinggal diam dan siap menjadi garda terdepan untuk merebut kembali kedaulatan rakyat yang dinilai telah terampas.

“Melalui ​gerakan ini, kita mengirimkan sinyal kuat ke Istana Negara, jika pemerintah terus memalingkan wajah dari jeritan rakyat, maka bumi Jawa Timur siap menjadi hulu dari gelombang perlawanan yang jauh lebih besar,” tuntas Andre.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *