Ekbis

Batas Rp50 Dicabut, Saham GOTO Masih Berpeluang Naik

×

Batas Rp50 Dicabut, Saham GOTO Masih Berpeluang Naik

Sebarkan artikel ini
ilustrasi
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berpotensi menghadapi tekanan jangka pendek jika Bursa Efek Indonesia (BEI) benar-benar menurunkan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1. Namun, analis menilai prospek bisnis perseroan masih membuka peluang penguatan hingga Rp56 per saham.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia Joanne Ong dalam riset 20 Agustus 2026 mempertahankan rekomendasi Add untuk saham GOTO dengan target harga Rp56 per saham. Target tersebut dihitung menggunakan pendekatan sum-of-the-parts (SOP) dan mencerminkan valuasi sekitar 15 kali estimasi EV/EBITDA 2026, setara dengan kelipatan perdagangan Grab saat ini.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Potensi tekanan muncul setelah BEI berencana mengubah batas minimum harga saham menjadi Rp1. Kebijakan itu ditujukan untuk meningkatkan likuiditas dan memperbaiki proses pembentukan harga (price discovery).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebut kebijakan tersebut berpotensi diterapkan paling cepat pada 7 September 2026. Jika berlaku, saham GOTO yang sejak 6 Mei 2026 bertahan di level Rp50 akan memiliki ruang untuk kembali diperdagangkan di bawah level tersebut.

Tekanan terhadap GOTO juga datang dari potensi arus dana keluar pasif (passive outflow) setelah saham perseroan dikeluarkan dari indeks MSCI dan FTSE.

Meski demikian, Joanne menilai tekanan regulasi terhadap GOTO mulai mereda. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kebijakan komisi platform sebesar 8 persen yang diumumkan pemerintah pada 1 Mei 2026.

Pemerintah bersama DPR kini disebut tengah memfinalisasi Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur kebijakan tersebut. Regulasi itu diperkirakan terbit pada akhir Agustus atau awal September 2026.

GOTO sendiri telah menerapkan komisi 8 persen untuk layanan on-demand service (ODS) roda dua sejak 1 Juli 2026. Aturan baru nantinya akan mencakup kerangka tarif untuk transportasi penumpang, kurir dan pengiriman barang, serta layanan pesan-antar makanan.

Baca Juga  BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia untuk Transaksi Domestik

Kejelasan regulasi tersebut dinilai dapat mengurangi ketidakpastian yang selama ini membayangi bisnis ODS GOTO.

Joanne tetap melihat pertumbuhan bisnis fintech sebagai salah satu penopang utama peningkatan laba GOTO. Potensi efisiensi operasional dan pertumbuhan gross transaction value (GTV) yang melampaui perkiraan juga dapat menjadi katalis bagi re-rating saham.

Target Rp56 per saham tersebut masih memasukkan kontribusi bisnis ODS, meski sejumlah ketidakpastian masih tersisa. Dalam skenario paling konservatif, CGS International Sekuritas mengasumsikan nilai bisnis ODS menjadi nol. Dengan asumsi itu, nilai wajar GOTO berada di sekitar Rp43 per saham atau setara 10 kali EV/EBITDA 2026.

Karena itu, penurunan saham GOTO ke level Rp43 atau lebih rendah justru dinilai dapat menjadi peluang bagi investor dengan strategi buy on weakness.

Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko, termasuk jika aturan komisi 8 persen diterapkan lebih luas di seluruh segmen ODS, pertumbuhan GTV lebih lambat dari perkiraan, serta kerugian usaha patungan e-commerce yang melebihi ekspektasi.

Dengan demikian, rencana perubahan batas harga BEI menjadi tekanan jangka pendek bagi GOTO, tetapi belum menghapus potensi pemulihan valuasi perseroan. Prospek fintech, efisiensi bisnis dan meredanya ketidakpastian regulasi menjadi faktor penting yang masih diperhitungkan analis.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *