Jateng

Bank Jateng Dukung Ekosistem Pembiayaan Program SMK Go Global

×

Bank Jateng Dukung Ekosistem Pembiayaan Program SMK Go Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SEMARANG, JATIM MANDIRI – Bank Jateng memperkuat dukungannya terhadap program SMK Go Global dengan menyiapkan ekosistem pembiayaan dan layanan perbankan bagi calon pekerja migran Indonesia yang akan berkarier di pasar kerja internasional.

Dukungan tersebut tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga layanan keuangan yang terintegrasi sejak peserta mengikuti program hingga nantinya bekerja di luar negeri dan kembali ke Indonesia.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko mengatakan, program SMK Go Global menjadi peluang bagi sektor perbankan untuk mengambil peran lebih luas dalam mendukung kesiapan generasi muda menjadi pekerja migran yang kompeten dan berdaya saing.

“Tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga layanan keuangan yang terintegrasi,” kata Bambang di Semarang, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, SMK Go Global bukan sekadar program peningkatan kompetensi tenaga kerja. Program tersebut juga dapat menjadi bagian dari ekosistem pembiayaan dan layanan perbankan bagi calon pekerja migran Indonesia.

Bank Jateng memberikan dukungan sejak tahap awal peserta mengikuti program. Bentuk dukungan tersebut antara lain pembukaan rekening, edukasi mengenai layanan perbankan dan remitansi, hingga penyaluran pembiayaan penempatan bagi peserta yang memenuhi persyaratan.

Bambang berharap program tersebut mampu mencetak generasi muda yang kompeten, siap kerja, mandiri, serta memiliki daya saing di tingkat global.

“Dalam pemberian pembiayaan, tentu diperlukan kepastian penempatan atau kontrak kerja,” ujarnya.

Ia menegaskan, Bank Jateng tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan. Salah satu pertimbangan penting adalah adanya kepastian penempatan dan kontrak kerja calon pekerja migran.

Bangun Ekosistem Keuangan Berkelanjutan

Selain pembiayaan penempatan, Bank Jateng melihat transaksi remitansi pekerja migran sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem layanan keuangan yang berkelanjutan.

Melalui ekosistem tersebut, layanan perbankan diharapkan tidak berhenti ketika peserta memperoleh pembiayaan untuk keberangkatan. Hubungan layanan dapat berlanjut ketika pekerja migran menerima penghasilan di luar negeri hingga kembali ke Tanah Air.

Baca Juga  Dua Atlet Dayung Remaja di Pemalang Ditemukan Meninggal Usai Hilang Saat Latihan

“Kami ingin membangun ekosistem yang berkelanjutan, mulai dari pembukaan rekening, transaksi remitansi, pembiayaan penempatan, hingga ketika pekerja migran kembali ke Indonesia dan mulai membangun usaha,” kata Bambang.

Menurutnya, pola tersebut membuka peluang bagi pekerja migran untuk tidak hanya menjadi tenaga kerja di luar negeri, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola hasil pendapatan dan mengembangkan usaha setelah kembali ke Indonesia.

Targetkan 500 Ribu Tenaga Kerja

Program SMK Go Global sendiri menargetkan penyiapan 500.000 tenaga kerja kompeten untuk berbagai sektor yang memiliki peluang kerja di pasar global.

Untuk wilayah Jawa Tengah, program tersebut menargetkan 6.800 peserta. Jumlah tersebut terbagi dalam Batch 1 sebanyak 1.660 peserta dan Batch 2 sebanyak 5.140 peserta.

Pendaftaran program telah dibuka sejak 12 Agustus 2026. Sementara pelatihan dijadwalkan mulai berlangsung pada 26 Agustus 2026, dengan target penempatan perdana peserta pada akhir September 2026.

Bank Jateng berharap keterlibatan sektor perbankan dapat memperkuat kesiapan peserta tidak hanya dari sisi kompetensi kerja, tetapi juga dari aspek literasi dan layanan keuangan.

Dengan dukungan pembiayaan, edukasi perbankan, layanan remitansi, serta pendampingan yang berkelanjutan, program SMK Go Global diharapkan mampu membuka semakin banyak peluang bagi tenaga kerja muda Jawa Tengah untuk bersaing di pasar kerja internasional.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *