Metropolitan

Apresiasi Transformasi Polri, Arif Fathoni: Polri yang Humanis adalah Anak Kandung Reformasi

×

Apresiasi Transformasi Polri, Arif Fathoni: Polri yang Humanis adalah Anak Kandung Reformasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi penting bagi perjalanan kepolisian di Kota Pahlawan.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, memberikan apresiasi atas dedikasi Polrestabes Surabaya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Fathoni menilai, secara umum, kondisi Kamtibmas di Surabaya telah berjalan dengan sangat baik.

Di tengah kemajemukan warganya, Surabaya mampu mempertahankan kehidupan sosial yang harmonis dan nihil dari insiden disharmonisasi.

Namun, di balik capaian tersebut, ia menekankan perlunya langkah konkret terhadap tantangan keamanan yang masih menjadi momok bagi warga.

“Surabaya adalah jantung ekonomi yang denyut kehidupannya berlangsung selama 24 jam. Oleh karena itu, di hari jadi yang ke-80 ini, saya berharap Polri bersama masyarakat tidak boleh surut dalam melawan pelaku begal. Perlu adanya razia rutin untuk mempersempit ruang gerak mereka,” ujar Fathoni, Kamis (2/7).

Ia menegaskan, tindakan tegas dan terukur sangat dibutuhkan terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan (curas).

Menurutnya, keamanan adalah syarat mutlak agar roda ekonomi Surabaya tetap berputar dengan optimal.

Selain masalah curas, Fathoni juga menyoroti transformasi gaya komunikasi Polri.

Ia mengapresiasi upaya Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan yang dinilai sukses meninggalkan kesan kaku dan birokratis melalui pendekatan edukasi hukum berbasis konten digital.

“Saya berharap ini menjadi pemantik bagi seluruh pasukan Bhayangkara di Kota Surabaya agar lebih akuntabel terhadap para pemohon keadilan dan informatif kepada para pemohon layanan,” tuturnya.

“Polri yang humanis adalah anak kandung reformasi yang harus kita jaga bersama independensinya dalam menjaga Kamtibmas, baik di Surabaya, Jawa Timur, maupun Indonesia secara luas,” sambung politisi Golkar ini.

Di sisi lain, legislator yang karib disapa Mas Toni ini menyoroti tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama.

Baca Juga  Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Sukses Tekan Kemiskinan dan Stunting

Ia mendorong Polrestabes Surabaya untuk terus memperkuat sinergi dengan sistem 3 pilar (babinsa, bhabinkamtibmas, dan lurah) guna menekan angka kriminalitas tersebut.

“Harapan saya, sinergi lintas sektor ini terus ditingkatkan untuk meminimalisir praktik pencurian kendaraan bermotor. Rasa aman adalah tanggung jawab seluruh stakeholder di Surabaya, dan saya optimis dengan kolaborasi yang solid, target tersebut dapat tercapai dengan baik,” tuntasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *