Paris, Jatim Mandiri – Persaingan esports dunia kini tidak lagi hanya ditentukan kemampuan mekanik pemain atau kepiawaian pelatih menyusun strategi. Di balik layar, hadir sosok analis data yang perannya semakin vital dalam membantu organisasi mengambil keputusan berbasis statistik dan informasi pertandingan.
Setiap pertandingan profesional menghasilkan ribuan data, mulai dari pergerakan pemain, tingkat akurasi, pola rotasi, pemilihan karakter atau senjata, hingga kebiasaan lawan dalam situasi tertentu. Seluruh informasi tersebut kemudian diolah menjadi bahan evaluasi yang digunakan tim untuk memperbaiki performa maupun menyusun strategi menghadapi pertandingan berikutnya.
Organisasi besar kini mulai menempatkan analis sebagai bagian penting dari staf kepelatihan. Mereka tidak hanya bertugas membuat laporan statistik, tetapi juga membantu proses VOD review, mengidentifikasi pola permainan lawan, hingga memberikan rekomendasi taktik berdasarkan data yang terkumpul.
Perubahan tersebut membuat ekosistem esports semakin menyerupai olahraga profesional seperti sepak bola atau basket yang sejak lama mengandalkan analisis performa. Pendekatan berbasis data dinilai mampu membantu pelatih mengambil keputusan yang lebih objektif dibanding hanya mengandalkan pengamatan selama pertandingan.
Kebutuhan terhadap profesi analis pun terus meningkat. Sejumlah organisasi esports, publisher gim, hingga perusahaan yang bergerak di bidang kompetisi digital mulai membuka posisi khusus untuk analis data dan performance analyst. Bahkan beberapa laporan industri menyebut profesi ini menjadi salah satu yang pertumbuhannya paling cepat di sektor esports dalam beberapa tahun terakhir.
Seiring semakin ketatnya persaingan di level internasional, kehadiran analis data diperkirakan akan menjadi standar baru bagi organisasi esports profesional. Bukan lagi sekadar pelengkap tim, tetapi bagian penting yang ikut menentukan peluang meraih kemenangan.












