
Singapura, Jatimmandiri.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono membuka pidatonya dalam forum internasional Ecosperity Week 2026 dengan nuansa hangat, personal, dan penuh refleksi mengenai hubungan Indonesia–Singapura yang terus berkembang lintas generasi.
Di hadapan para pemimpin bisnis global, investor, diplomat, hingga pejabat internasional, AHY mengenang masa mudanya saat tinggal di Singapura lebih dari dua dekade lalu.
“Dua puluh tahun lalu saya datang ke kota ini sebagai letnan muda Angkatan Darat yang baru menikah untuk melanjutkan studi di NTU,” ujar AHY dalam forum yang berlangsung di Singapura.
Alumnus Nanyang Technological University itu menyebut Singapura memiliki peran penting dalam perjalanan hidup sekaligus pembentukan perspektif kepemimpinannya.
Ia mengenang kehidupan sederhana bersama sang istri di kawasan Jurong West hingga pengalaman menempuh pendidikan di NTU yang memberinya banyak pelajaran mengenai visi pembangunan dan pelayanan publik.
Dalam pidatonya, AHY juga menyinggung kedekatannya dengan Chairman Temasek, Teo Chee Hean.
Menurutnya, Teo bukan hanya tokoh penting Singapura, tetapi juga sosok yang memiliki kontribusi besar dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Singapura.
“Saya mengenal Pak Teo bukan hanya sebagai negarawan yang membantu membangun begitu banyak kemitraan Indonesia dan Singapura, tetapi juga secara pribadi,” kata AHY.
Nuansa emosional semakin terasa ketika AHY mengaitkan undangan berbicara di Ecosperity Week dengan perjalanan panjang hubungan kedua negara yang dibangun melalui pendidikan, pelayanan publik, dan kepercayaan antargenerasi.
Ia juga menyinggung penghargaan Nanyang Distinguished Alumni Award yang diterimanya tahun lalu dari NTU.
“Saya menerima penghargaan itu bukan hanya sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai penghormatan terhadap persahabatan Indonesia dan Singapura yang tumbuh melalui pendidikan, pelayanan publik, dan lintas generasi,” ujarnya.
Sambutan hangat dari Teo Chee Hean di awal forum turut mencerminkan eratnya hubungan personal sekaligus kedekatan diplomatik antara Indonesia dan Singapura.
Menurut AHY, hubungan kedua negara kini berkembang jauh melampaui kerja sama ekonomi semata. Ia menilai fondasi utama hubungan bilateral adalah kepercayaan, kolaborasi, dan kesinambungan antargenerasi.
“Persahabatan antarnegara dibangun oleh orang-orang yang terus hadir, menjaga kepercayaan, dan tetap bekerja bersama bahkan ketika dunia sedang menghadapi tantangan besar,” tegasnya.
Dalam forum internasional tersebut, AHY juga menekankan bahwa masa depan Asia sangat bergantung pada kemampuan negara-negara kawasan membangun kolaborasi yang resilien, terbuka, dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Dalam kegiatan itu, AHY turut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Hutahayan, serta Staf Khusus Menteri Sigit Raditya dan Herzaky Mahendra Putra.






