BeritaDalam NegeriJatim

Karhutla Melanda Empat Daerah di Jatim

×

Karhutla Melanda Empat Daerah di Jatim

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Jatim Mandiri

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di empat daerah di Jawa Timur selama musim kemarau. Peristiwa tersebut menjadi bencana yang paling banyak tercatat dalam periode pelaporan Sabtu (25/7) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (26/7) pukul 07.00 WIB.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan laporan pertama berasal dari Kabupaten Probolinggo. Karhutla terjadi pada Jumat (24/7) pukul 16.30 WIB di Petak 23 C HL Blok Gunung Geni dan Petak 22 C HL Blok Gunung Bentar RPH Klenang, BKPH Probolinggo.

Lokasi kebakaran berada di Desa Bulujaran Kidul, Kecamatan Tegalsiwalan, serta Desa Curahsawo, Kecamatan Gending. “Total sembilan hektare area dilalap si jago merah, dengan rincian wilayah terdampak di Kecamatan Tegalsiwalan empat hektare dan Kecamatan Gending lima hektare,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7).

BPBD Kabupaten Probolinggo berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait untuk melakukan pemadaman di lokasi. Karhutla juga terjadi di Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, pada Jumat (24/7) pukul 10.17 WIB.

BPBD Kabupaten Ponorogo mencatat kebakaran menghanguskan lahan seluas 2,5 hektare. “Titik api berada jauh dari permukiman warga sehingga tidak dilaporkan adanya korban jiwa. BPBD Kabupaten Ponorogo dan instansi terkait bergotong royong bersama masyarakat setempat melakukan upaya pemadaman agar api tidak meluas,” kata Abdul Muhari.

Peristiwa serupa terjadi di Desa Belah, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, pada Jumat (24/7) pukul 10.00 WIB. Kebakaran menghanguskan sekitar dua hektare lahan.

“Setelah laporan kebakaran diterima dari warga, para personel BPBD Kabupaten Pacitan segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman bersama petugas Damkar, Satpol PP, serta masyarakat. Pada Sabtu (25/7/2026) api berhasil dipadamkan pukul 15.03 WIB,” ujarnya.

Baca Juga  Eks Pabrik Sritex 1 Sukoharjo Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

Di Kabupaten Situbondo, kebakaran melanda Desa Balung, Kecamatan Kendit, pada Jumat (24/7) pukul 10.00 WIB. Lahan seluas dua hektare terbakar dengan titik api dilaporkan berasal dari kawasan Perhutani.

BPBD Kabupaten Situbondo bersama Damkar, relawan, dan masyarakat berhasil mengendalikan api pada Sabtu (25/7) pukul 14.00 WIB. Selain karhutla, BNPB juga mencatat kejadian angin kencang di Desa Tanjung Pecinaan, Kabupaten Situbondo, pada Jumat (24/7) pukul 12.00 WIB.

Peristiwa tersebut mengakibatkan enam kepala keluarga terdampak dan enam rumah mengalami kerusakan ringan. BPBD Kabupaten Situbondo telah melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan. Hingga Sabtu (25/7), penanganan kerusakan rumah warga masih berlangsung.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering selama musim kemarau, termasuk ancaman kekeringan dan karhutla.

“Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla. Upaya pencegahan sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana merupakan langkah efektif dalam pengendalian karhutla,” kata Abdul Muhari. (*/ibn)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jember, Jatimmandiri.id Penutupan rangkaian Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 berlangsung meriah meski diguyur hujan deras, Minggu (26/7/2026) sore. Cuaca yang…