Temanggung, Jatim Mandiri — Kementerian Pertanian mendorong adanya sinkronisasi regulasi lintas sektor dalam kebijakan pertembakauan agar kepentingan kesehatan, industri, dan kesejahteraan petani bisa berjalan seimbang. Penyelarasan aturan dinilai penting supaya keberlangsungan industri hasil tembakau tetap terjaga tanpa mengabaikan perlindungan masyarakat dan nasib petani di daerah penghasil tembakau.
Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Abdul Roni Angkat mengatakan, setiap sektor memang memiliki tujuan yang berbeda. Sektor kesehatan berfokus pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, sektor pertanian bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, sementara industri berkepentingan menjaga keberlangsungan usaha hasil tembakau.
“Yang perlu kita dorong bersama adalah sinkronisasi, sehingga masyarakat tetap sehat, industrinya berjalan, dan petani maupun pedagang tembakau dapat sejahtera,” kata Abdul Roni usai menghadiri pelantikan pengurus Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) di Pendopo Pengayoman Temanggung, Minggu (26/7).
Ia menegaskan, pemerintah tidak memandang regulasi yang ada sebagai hambatan, melainkan sebagai bagian dari tata kelola yang perlu diselaraskan agar tidak saling berbenturan. Menurut dia, tugas Direktorat Jenderal Perkebunan adalah memastikan kebijakan antarsektor dapat memberi manfaat yang seimbang bagi semua pihak yang terlibat.
“Kalau dibilang regulasinya merusak, saya kira tidak demikian. Yang kita butuhkan adalah sinkronisasi, dan itu menjadi tugas kami di Direktorat Jenderal Perkebunan,” ujarnya.
Abdul Roni menjelaskan, penguatan sektor pertembakauan tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi juga harus ditopang oleh perbaikan budidaya, peningkatan kualitas sumber daya manusia petani, serta pembinaan berkelanjutan agar tembakau yang dihasilkan memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.
Menurut dia, petani tembakau membutuhkan kepastian dalam menjalankan usaha. Karena itu, pemerintah diharapkan hadir melalui kebijakan yang tidak hanya mengatur, tetapi juga memberi ruang bagi peningkatan kesejahteraan petani dan pedagang tembakau di daerah.
Ia juga mengapresiasi semangat para petani tembakau yang tergabung dalam APTI. Semangat tersebut, kata dia, menjadi modal penting untuk memperkuat posisi komoditas tembakau di tengah dinamika kebijakan dan pasar yang terus berubah.
Temanggung selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau yang memiliki peran penting dalam rantai industri hasil tembakau nasional. Karena itu, kebijakan yang menyangkut sektor ini dinilai perlu disusun secara hati-hati agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan salah satu pihak.
Melalui sinkronisasi regulasi, Kementerian Pertanian berharap ada keseimbangan antara aspek kesehatan, keberlanjutan industri, dan kesejahteraan petani. Dengan begitu, sektor pertembakauan tetap bisa memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengabaikan kepentingan publik yang lebih luas.












