Jatim Mandiri – Industri esports di Australia kembali mempertanyakan kebijakan pemerintah setelah gim kompetitif tidak masuk dalam daftar kegiatan yang memperoleh subsidi melalui program Play On! Sports Voucher di Negara Bagian Queensland.
Program tersebut memberikan bantuan biaya kepada anak-anak untuk mengikuti berbagai aktivitas olahraga. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, esports kembali tidak termasuk dalam daftar cabang yang mendapat dukungan pemerintah.
Pelaku industri menilai keputusan itu sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan esports yang kini menjadi bagian dari ekonomi digital. Selain melahirkan atlet profesional, ekosistem esports juga menciptakan peluang kerja di bidang penyiaran, penyelenggaraan turnamen, pemasaran, pengembangan gim, hingga produksi konten digital.
Sejumlah pakar pendidikan juga menilai esports mampu mengembangkan keterampilan seperti berpikir kritis, strategi, komunikasi, dan kerja sama tim. Kemampuan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern yang semakin bergantung pada teknologi.
Meski demikian, pemerintah Queensland masih memandang esports berbeda dengan olahraga konvensional sehingga belum dimasukkan dalam skema bantuan tersebut.
Mengutip laporan The Courier-Mail pada 22 Juli 2026, pelaku industri berharap pemerintah mulai meninjau kembali kebijakan tersebut seiring pertumbuhan esports yang semakin pesat di tingkat global. Mereka menilai dukungan pemerintah dapat membantu pengembangan talenta muda sekaligus memperkuat posisi Australia dalam industri esports internasional.












