BeritaDalam NegeriGaya HidupJatim

WACI Usung Pesan Kepedulian di JFC 2026

×

WACI Usung Pesan Kepedulian di JFC 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jember, Jatimmandiri.id

Hari kedua Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 berlangsung meriah, Sabtu (25/7/2026) siang. Ribuan masyarakat memadati sepanjang lintasan karnaval untuk menyaksikan Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pantauan Jatimmandiri.id sejak pukul 14.10 WIB menunjukkan arus penonton terus berdatangan memenuhi area catwalk. Petugas keamanan bersiaga di sejumlah titik selama jalannya kegiatan.

Peserta dari berbagai daerah bersiap memasuki lintasan dengan kostum megah yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara. Setiap kontingen tampil memukau dengan busana tradisional berpadu sentuhan artistik modern.

Ornamen berukuran besar dengan dominasi warna emas, hijau, merah, dan hitam menghiasi parade. Atraksi seni pertunjukan turut menyita perhatian ribuan pengunjung di sepanjang jalur karnaval.

Banyak penonton mengabadikan momen menggunakan telepon genggam. Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap penampilan kontingen yang menampilkan karakter khas daerah masing-masing.

Hari kedua JFC 2026 menghadirkan dua agenda utama, yaitu Wonderful Archipelago Carnival Indonesia (WACI) dan Artwear Carnival.

WACI menjadi panggung bagi kontingen dari berbagai daerah untuk menampilkan kekayaan budaya melalui kostum dan pertunjukan khas. Kegiatan ini juga menjadi ruang memperkenalkan tradisi serta potensi daerah kepada masyarakat luas.

Pada malam hari, perhatian pengunjung beralih ke Artwear Carnival yang menampilkan karya busana konseptual hasil kolaborasi desainer, komunitas kreatif, dan mitra JFC. Berbeda dengan WACI, Artwear Carnival lebih menonjolkan perpaduan fesyen, seni, dan pertunjukan panggung.

Presiden Jember Fashion Carnaval, Budi Setiawan, mengatakan seluruh rangkaian JFC 2026 mengusung tema HEAL (Humanity, Earth and Life) yang diwujudkan melalui sebuah perjalanan cerita.

“Tema ini terdiri dari beberapa defile yang merupakan sebuah perjalanan. Perjalanan bumi untuk menemukan nilai-nilai kebijaksanaan dari berbagai dinamika yang terjadi. Pada akhirnya, perjalanan itu menyampaikan satu kesimpulan bahwa menjadi manusia tidak harus sempurna, tetapi yang terpenting adalah bagaimana manusia memiliki kepedulian terhadap sesama,” katanya.

Baca Juga  Kalender Event Jawa Timur Juli 2026: Panggung Megah Tradisi, Olahraga, dan Seni Modern

Menurut Budi, rangkaian agenda hari kedua tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya dan fesyen. JFC juga menyampaikan pesan kepedulian terhadap sesama, bumi, dan kehidupan melalui karya-karya kreatif.

Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyebut WACI menjadi salah satu rangkaian istimewa dalam ekosistem JFC 2026. Menurutnya, WACI mampu memadukan kekayaan budaya tradisional dengan seni pertunjukan modern.

“WACI bukan sekadar pertunjukan, tetapi ruang untuk memperkenalkan identitas dan warisan budaya Jember kepada masyarakat luas. Melalui kolaborasi budaya tradisional dengan kreativitas seni pertunjukan, kami ingin menunjukkan bahwa Jember memiliki potensi budaya yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Menurut Gus Fawait, kehadiran WACI membuktikan JFC terus berkembang sebagai ajang yang tidak hanya menampilkan parade kostum. JFC juga menjadi wadah pelestarian budaya lokal.

“Harapan kami, WACI semakin memperkuat daya tarik JFC sekaligus menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM di Kabupaten Jember,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *