Kota Besar

Redam Panas Surabaya, Achmad Nurdjayanto Usul Misting System

×

Redam Panas Surabaya, Achmad Nurdjayanto Usul Misting System

Sebarkan artikel ini
Ahmad Nurdjayanto
Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurdjayanto
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Ahmad Nurdjayanto, mengusulkan pengadaan misting/mist cooling system di titik-titik publik Surabaya.

  • Inovasi ini ditujukan untuk meredam dampak cuaca panas ekstrem (global warming) bagi pekerja lapangan dan warga.

  • Diolah sebagai pilot project pusat kota sebelum diperluas ke Surabaya Utara, dan siap dikawal masuk APBD 2027.

Surabaya, Jatimmandiri.id— Cuaca panas terik dan suhu ekstrem yang melanda Kota Surabaya belakangan ini kian dikeluhkan warga, terutama para pekerja yang harus beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Menanggapi kondisi iklim Kota Pahlawan tersebut, Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Ahmad Nurdjayanto, melontarkan terobosan inovatif untuk meredam dampak pemanasan global (global warming).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Ahmad menilai, sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia, Surabaya sudah sepatutnya mengadopsi teknologi tata kota modern yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Salah satu solusi konkret yang ia dorong adalah pengadaan sistem pengabut atau pendingin udara (mist cooling system) di berbagai area publik strategis.

“Perlu ada terobosan inovatif seperti mist cooling system untuk pendingin di beberapa titik, khususnya di kawasan perkotaan, industri, perkantoran, tempat wisata, hingga kawasan pendidikan. Ini penting agar masyarakat tetap bisa beraktivitas secara normal meski cuaca sangat panas,” ujar Ahmad Nurdjayanto saat ditemui wartawan.

Usulkan Pilot Project Hingga Jangkau Wilayah Pesisir Surabaya Utara

Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini menekankan bahwa cuaca panas ekstrem tidak boleh dianggap sepele karena berpotensi mengganggu kesehatan publik.

Ia mencermati fenomena gelombang panas di beberapa negara maju Eropa yang sampai memakan korban jiwa akibat kenaikan suhu global secara drastis.

Ahmad merumuskan dua tahapan pelaksanaan program peneduh suhu kota tersebut:

  1. Uji Coba & Evaluasi (Pilot Project): Dimulai di kawasan pusat kota dan destinasi wisata utama guna mengevaluasi efektivitas, jangkauan, serta kekurangan sistem sebelum diproduksi massal.

  2. Pengembangan Wilayah Pesisir: Jika pilot project terbukti sukses, jaringan mist cooling dapat diperluas ke kawasan pinggiran, seperti Surabaya Utara yang berbatasan langsung dengan pesisir pantai/laut yang bersuhu lebih menyengat.

Baca Juga  Buntut Dugaan Pungli di CFD Darmo, Komisi B DPRD Surabaya Usulkan Regulasi Khusus Penataan PKL

Siap Kawal Masuk APBD 2027 dan Jadi Pelengkap Program Penghijauan

Menyadari bahwa penerapannya memerlukan dukungan dana daerah, legislator yang berkantor di Jalan Yos Sudarso Surabaya ini menyatakan kesiapannya untuk mengawal usulan anggaran program tersebut di legislatif.

”Nantinya program ini dapat masuk dan dianggarkan pada APBD Kota Surabaya Tahun 2027,” ulas Ahmad.

Di akhir keterangannya, Ahmad menegaskan bahwa keberadaan mist cooling system tidak akan mengesampingkan atau menggantikan program penghijauan kota yang sudah berjalan mantap di Surabaya. Sebaliknya, teknologi ini bertindak sebagai penopang ekosistem hijau kota.

“Sistem ini sifatnya sebagai pelengkap dan dukungan bagi penghijauan. Saat musim kemarau, sistem penyemprot embun ini justru membantu menjaga kelembapan agar vegetasi dan pohon-pohon tidak kering, sekaligus menambah kesejukan kota,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *