Jatim

Genjot Produktivitas Tambak, Pemkab Lamongan Terapkan Teknologi IoT dan Venjet di Kampung Kerapu Brondong

×

Genjot Produktivitas Tambak, Pemkab Lamongan Terapkan Teknologi IoT dan Venjet di Kampung Kerapu Brondong

Sebarkan artikel ini
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau pemasangan aerator Venjet di Kampung Kerapu Brondong.
Example 468x60

Lamongan, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan terus berinovasi mendorong modernisasi di sektor perikanan budidaya demi mendongkrak produktivitas serta kesejahteraan para pembudidaya.

Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan aerator Venjet di Kampung Kerapu Brondong sejak dua bulan terakhir.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Teknologi mutakhir ini merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama PT Venambak Kail Dipantara guna mempercepat digitalisasi sektor perikanan.

Lewat integrasi sistem ini, tata kelola budidaya kini berbasis data akurat dengan pemantauan parameter air, seperti tingkat keasaman (pH) dan oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) secara real-time.

Hebatnya lagi, para petani tambak kini dapat memantau kondisi tambak mereka secara langsung melalui aplikasi di ponsel masing-masing.

Saat meninjau langsung implementasi teknologi tersebut pada Rabu (22/7/2026) di Kampung Kerapu Brondong, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan bahwa digitalisasi merupakan langkah strategis agar perikanan Lamongan berdaya saing tinggi di pasar nasional maupun internasional.

“Perikanan Lamongan harus terus berkembang melalui modernisasi. Pemanfaatan teknologi ini menjadi perhatian kami agar produktivitas meningkat, budidaya semakin efisien, dan kesejahteraan pembudidaya ikut terangkat,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Yuli Wahyuono, merinci bahwa bantuan yang disalurkan ke Kampung Kerapu meliputi 150 unit Venjet yang telah dilengkapi pelampung, box VE, modem internet, hingga router.

Fungsi utama peralatan ini adalah menyuplai oksigen secara merata hingga ke dasar tambak, menjaga saturasi serta kualitas air, merekam rekam jejak kondisi air, mengontrol pH, hingga mendukung sanitasi area pertambakan.

“Harapannya, pemanfaatan teknologi ini mampu meningkatkan luas produksi dan hasil budidaya. Bantuan yang diberikan sangat memberikan manfaat kepada seluruh petani tambak Kampung Kerapu. Di sini total ada 350 hektar yang dikelola enam kelompok pembudidaya,” jelas Yuli.

Baca Juga  Amankan Swasembada Pangan, Bupati Lamongan Serahkan Bantuan Alsintan ke Poktan

Dampak positif penggunaan alat ini turut dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Lasturi, salah seorang petani tambak di Kampung Kerapu, mengaku sangat terbantu.

Menurutnya, selain efektif menambah pasokan oksigen, alat tersebut memudahkan respons cepat apabila terjadi perubahan kualitas air.

Langkah modernisasi ini dinilai sangat tepat mengingat potensi besar yang dimiliki kawasan tersebut.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, pada tahun 2025 Kampung Kerapu berhasil mencatatkan angka panen fantastis hingga 1.836 ton.

Bahkan, hasil budidaya kerapu lokal ini telah berhasil menembus pasar ekspor melalui perusahaan mitra dengan harga jual kompetitif berkisar Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *