Surabaya – Jatim Mandiri
Bank Syariah Indonesia (BSI) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi membuka pendaftaran BSI Scholarship Berdampak 2026. Melalui program ini, penerima beasiswa bisa memperoleh bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar Rp3 juta per semester selama delapan semester.
Program tersebut menjadi wujud komitmen BSI dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Program BSI Scholarship Berdampak 2026 juga bertujuan mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial. Pendaftaran dibuka mulai 13 Juli hingga 17 Agustus 2026 melalui laman www.bsischolarship.id.
Program ini ditujukan bagi mahasiswa baru jenjang S1 di sejumlah perguruan tinggi negeri mitra, termasuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair).
Selain bantuan biaya pendidikan, peserta juga akan mengikuti program pengembangan diri, pelatihan soft skills, literasi ekonomi syariah, pembinaan kepemimpinan, serta Social Project sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa baru S1 di PTN mitra Kemendiktisaintek yang merupakan pendaftar KIP Kuliah melalui jalur SNBP maupun SNBT, tetapi dinyatakan non-eligible. Peserta juga diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian pembinaan yang diselenggarakan BSI Scholarship.
Dalam proses pendaftaran, calon peserta harus melengkapi sejumlah dokumen. Dokumen tersebut meliputi foto formal, KTP, bukti pendaftaran KIP Kuliah, bukti diterima sebagai mahasiswa baru, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) atau DTKS, bukti cek desil dari laman Kemensos, rapor kelas XII, serta dokumen pendukung lainnya.
Dalam flyer resmi program menampilkan 25 PTN mitra yang dikelola dalam pelaksanaan BSI Scholarship Berdampak 2026. Beberapa di antaranya adalah Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Malang, Universitas Jember, Universitas Negeri Makassar, Universitas Sriwijaya, Universitas Mataram, dan Universitas Riau.
Branch Manager BSI KCP Bangkalan, Adhityo MW, menegaskan daftar perguruan tinggi dalam flyer tersebut bukan keseluruhan mitra BSI. “Daftar mitra yang dicantumkan dalam flyer tersebut bukan merepresentasikan seluruh mitra universitas yang bekerja sama dengan BSI. Daftar tersebut merupakan universitas yang saat ini dikelola oleh tim Program BSI Scholarship,” ujar Adhityo.
Dia berharap cakupan program terus diperluas sehingga semakin banyak perguruan tinggi yang bergabung dalam pengelolaan BSI Scholarship. “Harapan ke depan, semakin banyak lagi perguruan tinggi yang dikelola oleh tim BSI Scholarship sehingga manfaat program ini dapat dirasakan oleh lebih banyak mahasiswa di berbagai daerah,” tambahnya.
Tahapan program meliputi pembukaan pendaftaran pada 13 Juli–17 Agustus 2026. Selanjutnya, seleksi administrasi dan verifikasi dilaksanakan pada 8–17 Agustus 2026, sedangkan pengumuman penerima beasiswa dijadwalkan pada 18 Agustus 2026.
Melalui BSI Scholarship Berdampak 2026, Bank Syariah Indonesia menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga keuangan syariah. Tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Program ini diharapkan melahirkan generasi muda yang unggul secara akademik, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (mhe/ibn)












