EkbisJogja

80 Becak Listrik Resmi Mengaspal di Yogyakarta, Transportasi Wisata Kini Lebih Ramah Lingkungan

×

80 Becak Listrik Resmi Mengaspal di Yogyakarta, Transportasi Wisata Kini Lebih Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan dan Gubernur DIY mencoba becak listrik wisata di Yogyakarta usai peluncuran program Bekalista.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menjajal Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) usai penyerahan bantuan di Alun-Alun Kidul Yogyakarta
Example 468x60

Jatimmandiri.id – Wajah transportasi wisata di Yogyakarta mulai memasuki babak baru. Sebanyak 80 unit Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) resmi disalurkan kepada para pengemudi becak sebagai upaya menghadirkan transportasi yang lebih ramah lingkungan tanpa menghilangkan ciri khas becak sebagai ikon wisata Kota Gudeg.

Program tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Keuangan melalui Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang diserahkan secara simbolis oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di kawasan Sasana Hinggil, Alun-Alun Kidul Yogyakarta.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti mengatakan kehadiran Bekalista menjadi bentuk inovasi transportasi wisata yang tetap mempertahankan identitas budaya Yogyakarta.

Menurutnya, becak kayuh tetap dipertahankan sebagai kendaraan tradisional, namun kini mendapat bantuan motor listrik untuk meringankan kayuhan pengemudi, terutama saat membawa penumpang atau melintasi jalan menanjak.

“Bekalista dikembangkan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan transportasi wisata tanpa menghilangkan identitas budaya Yogyakarta,” ujarnya.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Daerah DIY yang menetapkan becak dan andong sebagai moda transportasi tradisional. Regulasi terbaru bahkan membuka ruang pemanfaatan teknologi motor listrik sebagai pendukung operasional becak wisata.

Tidak hanya menyerahkan kendaraan, pemerintah juga menyiapkan ekosistem pendukung agar operasional becak listrik berjalan optimal. Mulai dari fasilitas pengisian daya, pelatihan perawatan kendaraan, hingga sistem digital yang nantinya akan terintegrasi dengan aplikasi layanan wisata di Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, keberadaan becak listrik akan mendukung penataan kawasan Malioboro sebagai kawasan rendah emisi atau Low Emission Zone sekaligus memberikan kenyamanan lebih bagi wisatawan maupun pengemudi becak.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya menilai Yogyakarta menjadi contoh bahwa modernisasi tidak harus menghilangkan nilai budaya. Justru teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat warisan lokal agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga  Tips Budidaya Melon untuk Pemula, Panduan Lengkap agar Panen Buah Manis dan Berkualitas

Pada tahap awal, seluruh penerima manfaat merupakan pengemudi becak yang telah melalui proses verifikasi dan tergabung dalam koperasi di kawasan Malioboro. Pemerintah berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas layanan transportasi wisata, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak melalui operasional yang lebih ringan dan efisien.

Dengan hadirnya Bekalista, Yogyakarta kembali menunjukkan upaya memadukan pelestarian budaya dengan inovasi teknologi. Becak yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari denyut wisata kota kini memasuki era baru tanpa kehilangan identitasnya sebagai simbol transportasi tradisional.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Penyanyi Novia Bachmid dipastikan menjadi special guest dalam ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang akan digelar pada 24–26 Juli…