Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten Kudus kembali menjalankan program pertukaran pelajar dan guru antarsekolah negeri maupun swasta untuk jenjang SD dan SMP. Program yang memasuki tahun pelaksanaan berikutnya ini diharapkan mampu mendorong pemerataan kualitas pendidikan sekaligus memperkecil kesenjangan mutu antarsekolah.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan peserta tidak hanya berpindah sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, tetapi juga akan merasakan budaya, lingkungan, serta pola pembelajaran yang berbeda dari sekolah asal.
“Anak-anak dan para guru akan mendapatkan pengalaman baru selama belajar di sekolah tujuan. Mereka juga bisa melihat secara langsung bagaimana proses pembelajaran dan lingkungan pendidikan di sekolah lain,” ujar Sam’ani usai melepas peserta program di halaman SMP Negeri 2 Jati Kudus, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk mengurangi kesenjangan antara sekolah yang selama ini dianggap favorit dengan sekolah lainnya. Hasil pelaksanaan nantinya akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun kebijakan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Kudus.
“Harapannya, kualitas antarsekolah semakin merata sehingga tidak ada lagi perbedaan yang terlalu jauh,” katanya.
Tahun ini pelaksanaan program diperpanjang menjadi dua pekan, mulai 27 Juli hingga 8 Agustus 2026. Sebanyak 352 peserta terlibat, terdiri atas 290 siswa dan 62 guru dari sekolah negeri maupun swasta.
Dari jumlah siswa tersebut, sebanyak 210 siswa berasal dari 33 SMP, sedangkan 80 siswa lainnya berasal dari 20 SD. Selain itu, 62 guru dari 31 SMP juga ikut dalam program pertukaran mengajar untuk pertama kalinya.
Sam’ani menilai keterlibatan guru menjadi salah satu penguatan program tahun ini. Tidak hanya siswa yang memperoleh pengalaman baru, para guru juga diharapkan dapat saling bertukar metode pembelajaran, berbagi praktik baik, serta memperluas wawasan dalam mengajar.
Sebagai bagian dari evaluasi, seluruh peserta diminta membuat catatan harian selama mengikuti program. Laporan tersebut nantinya akan digunakan untuk melihat berbagai kebutuhan pengembangan sekolah, mulai dari kualitas sumber daya manusia, metode pembelajaran, hingga sarana dan prasarana pendidikan.
Antusiasme juga datang dari para peserta. M. Kowiyul Amin, siswa SMP Duta Aswaja, mengaku tidak sabar mengikuti kegiatan belajar di SMP Negeri 3 Bae selama dua pekan. Menurutnya, program tersebut menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman sekaligus mengenal lingkungan sekolah baru.
Hal serupa disampaikan Nabila, siswi SD 1 Mlati Lor, yang akan mengikuti pembelajaran di SD 1 Wergu Wetan. Ia mengaku senang karena bisa mendapatkan suasana belajar yang berbeda dan bertemu teman-teman baru.
Dukungan juga mengalir dari para orang tua. Siti Mukminah, orang tua siswa SD 4 Loram Wetan, menilai program tersebut memberikan manfaat positif bagi perkembangan anak.
“Kami mendukung karena anak bisa mendapatkan pengalaman baru. Orang tua juga siap mengantar dan menjemput selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Kudus Abdul Rochim mengatakan sekolahnya mengirim delapan siswa untuk mengikuti pertukaran pelajar di SMP Negeri 1 Bae. Selain itu, dua guru dari sekolah tersebut juga mendapat kesempatan mengajar di SMP Negeri 1 Kaliwungu melalui program pertukaran guru.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap proses pemerataan mutu pendidikan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan fasilitas, tetapi juga melalui pertukaran pengalaman belajar dan peningkatan kompetensi guru serta peserta didik.












