Ekbis

Kopi Jatim Didorong Kuasai Pasar Global

×

Kopi Jatim Didorong Kuasai Pasar Global

Sebarkan artikel ini
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal di acara pembukaan JCFF 2026.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id –  Bank Indonesia (BI) memanfaatkan gelaran Java Coffee, Flavors and Festival (JCFF) 2026 sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar kopi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia. Melalui festival yang digelar di Alun-Alun Kota Surabaya pada 17-19 Juli 2026, BI tidak hanya mempromosikan kopi lokal, tetapi juga membuka peluang ekspor bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal mengatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat daya saing kopi di pasar internasional. Berdasarkan data yang dimiliki BI, Indonesia saat ini menempati peringkat keempat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Kalau kita lihat dari data, di dunia khusus untuk kopi, produsen kopi dunia ada empat dan Indonesia nomor empat,” kata Rifki di Surabaya, Sabtu (18/07).

Produksi kopi Indonesia mencapai sekitar 780 ribu ton per tahun. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur menjadi salah satu daerah penyumbang terbesar, terutama di Pulau Jawa, dengan produksi sekitar 53 ribu ton per tahun. Angka tersebut jauh melampaui produksi Jawa Tengah dan Jawa Barat yang masing-masing berada di kisaran 25 ribu ton per tahun.

“Kopi di wilayah Jawa Timur itu termasuk yang paling tinggi dengan produksi 53 ribu ton sedangkan Jawa Tengah dan Jawa Barat kurang lebih 25 ribu ton,” ujarnya.

Menurut Rifki, besarnya produksi kopi nasional perlu diimbangi dengan perluasan akses pasar agar mampu meningkatkan nilai tambah bagi para petani dan pelaku usaha. Karena sebagian besar produsen kopi di Indonesia berasal dari sektor UMKM, peningkatan pemasaran hingga ke pasar global diyakini akan memberikan dampak berantai terhadap pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga  E10 Berpotensi Tekan Impor BBM

Untuk itu, BI menghadirkan berbagai program dalam JCFF 2026, mulai dari business matching hingga business coaching, guna mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dari dalam maupun luar negeri. Melalui kegiatan tersebut, BI berharap produk kopi lokal semakin mudah menembus pasar ekspor sekaligus meningkatkan daya saingnya.

Rifki optimistis penyelenggaraan JCFF tahun ini mampu melampaui capaian tahun sebelumnya. Pada JCFF 2025, festival tersebut dikunjungi sekitar 130 ribu orang dan membukukan total transaksi mencapai Rp107 miliar selama tiga hari pelaksanaan.

Optimisme itu didukung oleh semakin banyaknya peserta yang terlibat dalam festival tahun ini. Sebanyak lebih dari 60 tenant UMKM ikut meramaikan acara, termasuk 41 UMKM kopi binaan Bank Indonesia. Selain kopi, festival juga menghadirkan berbagai produk unggulan lain seperti cokelat, teh, herbal, dan rempah.

“Alhamdulillah, tahun lalu Rp107 miliar. Tahun ini kita mengharapkan transaksinya lebih tinggi karena tidak hanya kopi, teh dan juga coklat, tapi juga banyak produk lain yang kita libatkan tahun ini, katanya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Penyanyi Novia Bachmid dipastikan menjadi special guest dalam ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang akan digelar pada 24–26 Juli…