Jateng

Warga Sragen Keluhkan Minyak Goreng Bantuan Berbau Solar, Pemkab Diminta Lakukan Pemeriksaan

×

Warga Sragen Keluhkan Minyak Goreng Bantuan Berbau Solar, Pemkab Diminta Lakukan Pemeriksaan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sragen, Jatimmandiri.id, –  Sejumlah warga di Kabupaten Sragen mengeluhkan minyak goreng yang diterima melalui program bantuan pangan pemerintah. Warga menyebut minyak tersebut memiliki bau menyengat seperti solar dan menimbulkan rasa tidak enak ketika digunakan untuk memasak.

Keluhan tersebut disampaikan warga Dukuh Karang, Desa Gading, Kecamatan Tanon, Sragen. Informasi mengenai minyak goreng bantuan yang dikeluhkan itu juga mulai ramai diperbincangkan masyarakat maupun media sosial.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Warga berharap adanya pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait untuk memastikan kualitas dan keamanan bantuan pangan yang telah diterima masyarakat.

Salah satu warga, Miyatun (40), warga Dukuh Karang RT 03, Desa Gading, mengaku menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng dari Balai Desa Gading beberapa waktu lalu.

Menurutnya, saat minyak tersebut digunakan untuk memasak, muncul aroma yang tidak biasa.

“Minyak gorengnya bau seperti solar. Setelah dipakai menggoreng tempe dan tahu, rasanya kurang enak dan ada bau apek. Bahkan terasa membuat batuk dan tenggorokan gatal,” ujar Miyatun, Minggu (28/6/2026).

Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka meminta pemerintah melakukan pengecekan sebelum bantuan pangan disalurkan agar masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan yang aman dan sesuai standar.

“Kami berharap ada pengecekan ulang. Bantuan ini memang sangat membantu warga, tetapi harus dipastikan aman untuk dikonsumsi,” kata Painem, warga setempat.

Hal senada disampaikan Hartono, warga Dukuh Grigit RT 18, Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon. Ia mengaku khawatir dengan kondisi minyak goreng yang diterima keluarganya.

“Baunya seperti solar dan saat dipakai membuat tenggorokan terasa gatal. Kami berharap segera ada tindak lanjut agar warga mendapatkan kepastian,” ujarnya.

Camat Tanon, Rinaldhy Arief Wicaksono, membenarkan adanya laporan masyarakat terkait keluhan minyak goreng bantuan tersebut.

Baca Juga  Gerebek Markas Sindikat Pig Butchering di Solo Baru, Polisi Amankan 38 WNA & WNI

Menurutnya, laporan awal muncul dari salah satu desa, kemudian disampaikan pula oleh warga dari wilayah lainnya.

“Awalnya di Desa Kalikobok, kemudian menyusul desa-desa lain. Warga mengetahui setelah minyak goreng bantuan tersebut digunakan untuk memasak,” jelas Rinaldhy.

Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti laporan warga tersebut.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera melakukan verifikasi dan pemeriksaan terhadap minyak goreng yang dikeluhkan, termasuk memastikan penyebab munculnya aroma serta kondisi produk sebelum mengambil langkah berikutnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *